FPO Dorong Percepatan Musorprov Demi Masa Depan Atlet Papua Barat
- 27 Jun 2026 14:06 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Forum Peduli Olahraga (FPO) Papua Barat menilai pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Papua Barat tidak dapat lagi ditunda. Keterlambatan penyelenggaraan forum tertinggi organisasi olahraga itu dinilai telah menghambat pembinaan atlet dan aktivitas cabang olahraga di daerah.
Koordinator FPO Papua Barat, Septer Dimara, mengatakan proses menuju Musorprov sebenarnya telah difasilitasi melalui penerbitan sejumlah surat keputusan (SK) caretaker. Namun hingga kini, pelaksanaan Musorprov belum juga terealisasi.
Ia menjelaskan, SK caretaker pertama memberikan mandat hingga 30 Maret 2026 untuk menyelenggarakan Musorprov. Karena target tersebut tidak tercapai, diterbitkan kembali SK Nomor 49 yang menjadi keputusan terakhir dengan harapan agenda tersebut dapat segera dilaksanakan.
"Namun sampai sekarang kami belum melihat adanya langkah nyata dari caretaker. Kondisinya terkesan vakum sehingga Musorprov terus tertunda," kata Septer.
Menurutnya, informasi yang diterima FPO menyebutkan bahwa apabila caretaker tidak mampu menjalankan tugasnya, maka penyelenggaraan Musorprov dapat diambil alih oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Karena itu, ia berharap seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan kerja sama agar kepengurusan definitif KONI Papua Barat segera terbentuk.
Septer mengungkapkan, saat ini terdapat 42 cabang olahraga di Papua Barat. Sebanyak 36 cabang telah aktif, sedangkan enam lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi kepengurusan. Ia menilai seluruh cabang olahraga membutuhkan kepastian organisasi agar dapat mempersiapkan atlet menghadapi agenda kompetisi nasional.
Menurutnya, keterlambatan Musorprov berdampak luas, terutama terhadap aspek pembiayaan. Sebab, berbagai keputusan strategis, termasuk dukungan anggaran bagi cabang olahraga untuk mengikuti kejuaraan dan babak kualifikasi, ditentukan melalui mekanisme organisasi di KONI.
Sebagai pengurus cabang olahraga atletik, Septer mengaku merasakan langsung dampak tersebut. Ia mengatakan banyak pengurus cabang kini harus mencari alternatif pendanaan secara mandiri agar program latihan dan keikutsertaan atlet dalam berbagai turnamen tetap dapat berjalan.
FPO Papua Barat berharap Musorprov dapat segera dilaksanakan sehingga kepengurusan KONI yang definitif terbentuk dan pembinaan olahraga prestasi di Papua Barat kembali berjalan secara optimal menjelang berbagai agenda kejuaraan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....