Panitia Pesparawi Nasional XIV Perketat Pengawasan Konsumsi
- 24 Jun 2026 19:25 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Panitia Pesparawi Nasional XIV memperketat pengawasan terhadap penyedia konsumsi setelah muncul kasus gangguan kesehatan yang dialami sejumlah peserta kontingen di beberapa lokasi penginapan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel makanan yang telah dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Ketua III Pesparawi Nasional XIV, Abia Ullu, mengatakan panitia sejak awal telah membentuk sistem pengawasan terpadu yang melibatkan seksi konsumsi, seksi kesehatan, ahli gizi, BPOM, serta sejumlah satuan tugas lainnya untuk memastikan keamanan pangan selama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Menurut Abia, setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh tim terkait. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil panitia didasarkan pada hasil koordinasi dan rekomendasi dari tim teknis yang menangani konsumsi maupun kesehatan peserta.
"Kami sudah menyiapkan berbagai langkah pengamanan sejak awal. Ketika ada laporan, kami langsung melakukan evaluasi dan mengambil tindakan agar pelayanan kepada kontingen tetap berjalan dengan baik," ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu, 24 Juni 2026.
Sekretaris Seksi Konsumsi Pesparawi Nasional XIV, Sri Wanenda, menjelaskan bahwa seluruh penyedia makanan yang melayani kontingen telah melalui proses survei dan verifikasi dapur sebelum ditetapkan. Panitia juga melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan standar kebersihan dan kelayakan penyedia tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Ia mengungkapkan bahwa kasus yang terjadi masih dalam proses investigasi sehingga belum dapat disimpulkan sebagai keracunan makanan. Berdasarkan laporan sementara, hanya sebagian kecil peserta yang mengalami keluhan meskipun makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang sama.
"Daya tahan tubuh setiap orang berbeda. Ada kemungkinan peserta mengalami reaksi terhadap makanan yang tidak biasa mereka konsumsi. Namun kami tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya," kata Sri.
Sementara itu, Koordinator Seksi Kesehatan Pesparawi Nasional XIV, dr. Alwan Rimosan, menjelaskan bahwa gejala yang ditemukan pada peserta berupa gatal-gatal dan ruam pada kulit. Tim kesehatan yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan medis.
"Semua kasus dapat ditangani di tempat. Tidak ada peserta yang dirujuk ke rumah sakit maupun mengalami kondisi berat. Setelah mendapatkan pengobatan, kondisi mereka berangsur membaik," ucapnya.
Selain melakukan penanganan medis, panitia juga mengevaluasi kembali penerapan standar operasional penyedia makanan, termasuk cara pengemasan dan penyajian menu. Panitia berkomitmen terus mengawal keamanan konsumsi selama Pesparawi berlangsung agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan sehat hingga akhir pelaksanaan acara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....