Pesparawi Nasional XIV Dorong Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Papua Barat

  • 22 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap bersatu dalam keberagaman serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan antarumat beragama dan masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Gubernur, kehadiran ribuan peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia tidak hanya mempererat hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi Papua Barat sebagai daerah yang aman, ramah, dan religius.

“Pesparawi Nasional ke-14 Tahun 2026 di Manokwari menunjukkan bahwa Indonesia bersatu dalam keberagaman dan penuh persaudaraan. Selain mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini juga mempromosikan Papua Barat sebagai daerah yang ramah dan religius,” ujar Dominggus Mandacan.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Pesparawi yang berlangsung selama hampir dua pekan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kontingen dari 38 provinsi yang berjumlah sekitar 6.000 orang, ditambah para pendukung dan penggembira, diperkirakan mencapai lebih dari 8.000 orang yang datang ke Manokwari.

Kehadiran ribuan tamu tersebut memberikan manfaat langsung bagi sektor perhotelan, penginapan, rumah makan, restoran, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang terlihat memanfaatkan momentum Pesparawi dengan membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan maupun di kawasan ruang terbuka publik yang menjadi pusat penyelenggaraan acara.

Selain itu, sektor pariwisata juga turut merasakan dampak positif melalui meningkatnya kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Manokwari dan sekitarnya. Menurut Dominggus, perputaran ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan Pesparawi menjadi berkah bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap momentum Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga meninggalkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua Barat, khususnya di Kabupaten Manokwari sebagai tuan rumah penyelenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....