Pengabdian Panjang Elias Lamere Berakhir di Usia Senja
- 20 Jun 2026 15:37 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Kepergian mantan Ketua DPRK Teluk Bintuni, Elias Lamere, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan kalangan politik di Kabupaten Teluk Bintuni. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi rumah duka pada Jumat (19/6/2026) sore.
Bupati Yohanis Manibuy tiba di rumah duka sekitar pukul 17.24 WIT didampingi Plt Sekda I.B. Putu Suratna, Asisten III Jacomina Jane Fimbay, Kadis Dikbudpora Henry D. Kapuangan, Kepala DPMK Haris, Plt Kaban Kesbangpol Zawal, Plt Kadin Perpustakaan Sistoyo, serta Plt Direktur BLUD RSUD dr. Novita Panggau.
Setibanya di lokasi, Bupati dan rombongan disambut keluarga besar almarhum. Yohanis kemudian langsung menuju tempat persemayaman jenazah untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan uang duka kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan masyarakat, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Bapak Elias Lamere. Beliau merupakan sosok yang telah memberikan pengabdian panjang bagi daerah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan,” ujar Yohanis Manibuy.
Sebelum meninggalkan rumah duka, Bupati kembali mendekati jenazah almarhum untuk memanjatkan doa bersama keluarga. Anak kedua almarhum, Therias Apriliani Lamere, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati beserta jajaran pemerintah daerah yang telah meluangkan waktu datang melayat.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh rombongan yang hadir memberikan dukungan serta doa bagi almarhum. Kehadiran ini menjadi penguatan bagi keluarga kami di tengah suasana duka,” kata Apriliani.
Menurut Apriliani, sebelum meninggal dunia, Elias Lamere telah lama menderita sejumlah penyakit, di antaranya asma, asam lambung, dan hipertensi. Pada Kamis, 18 Juni 2026 malam, kondisi kesehatannya memburuk setelah mengeluhkan sesak napas dan sempat dilarikan ke Puskesmas Bintuni.
Namun, sekitar pukul 01.00 WIT pada Jumat dini hari, mantan Ketua DPRK Teluk Bintuni itu mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian Elias Lamere juga menjadi kehilangan besar bagi dunia politik Teluk Bintuni dan Papua Barat.
Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Fajar Timur Jayapura tersebut dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pelayan umat Katolik yang pernah bertugas di Distrik Merdey sebelum terjun ke dunia politik. Karier politiknya dimulai pada 2003 saat dipercaya menjabat Sekretaris DPD II Partai Golkar Teluk Bintuni.
Setahun kemudian, ia terpilih sebagai Ketua DPRK Teluk Bintuni periode 2004–2009. Pada periode 2009–2014, Elias kembali dipercaya sebagai anggota DPRK Teluk Bintuni sebelum melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPRP Papua Barat selama dua periode hingga 2024.
Dedikasi dan pengabdiannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadikan Elias Lamere sebagai salah satu tokoh politik yang dikenang dalam perjalanan pembangunan Teluk Bintuni dan Papua Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....