Harga Pertamax Rp16.500 per Liter, Pejasa Ojek di Manokwari Keluhkan Beban Ekonomi

  • 18 Jun 2026 19:39 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi Pertamax yang mencapai Rp16.500 per liter mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Salah satu kelompok yang terdampak langsung adalah para pengemudi ojek yang menggantungkan penghasilan dari jasa transportasi harian.

Salah satu pengemudi ojek, Ronald saat diwawancarai RRI, dirinya mengaku kenaikan harga Pertamax menambah beban ekonomi yang sudah cukup berat. Menurutnya, kondisi pendapatan para pengemudi ojek saat ini juga mengalami penurunan akibat berkurangnya jumlah penumpang dan lesunya aktivitas ekonomi.

"Kalau kemarin harga Pertamax masih sekitar Rp12.000 per liter saja kami sudah merasa kewalahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang naik menjadi Rp16.500 per liter, tentu semakin berat bagi kami yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja," ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya operasional yang meningkat tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Selain harga BBM yang naik, jumlah penumpang juga dinilai semakin berkurang dalam beberapa waktu terakhir sehingga penghasilan harian para pengemudi ojek ikut menurun.

"Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi masyarakat kecil, terutama para pengemudi ojek. Dengan ekonomi yang sedang lesu dan penumpang yang berkurang, kenaikan BBM ini sangat terasa dampaknya terhadap pendapatan kami," katanya.

Para pengemudi ojek di Manokwari berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu meringankan beban masyarakat, khususnya pelaku transportasi yang sangat bergantung pada ketersediaan dan harga bahan bakar. Mereka juga berharap kenaikan harga BBM non-subsidi tidak semakin menekan daya beli masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi di daerah.

Kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi dan operasional usaha, terutama bagi pekerja sektor informal yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai sarana utama mencari nafkah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....