YBKN Dorong Kepedulian Sosial dan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

  • 17 Jun 2026 17:28 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - RRI Manokwari kembali menjadi lokasi penyampaian edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi pencegahan kanker dan tumor.

Tim Sosialisasi Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN), Adam Ramadhan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu penanganan pasien kanker di lingkungan sekitar. Menurutnya, dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting agar penderita dapat memperoleh akses layanan kesehatan secara lebih cepat dan tepat.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kasus atau dugaan penderita kanker di lingkungan tempat tinggal. Laporan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti melalui program bantuan sosial yang melibatkan pemerintah daerah serta fasilitas layanan kesehatan.

“Jika ada warga yang diketahui atau diduga menderita kanker, silakan diinformasikan kepada kami. Nantinya akan kami tindak lanjuti melalui kegiatan bakti sosial bersama dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas,” ujar Adam pada Senin, 15 Juni 2026.

Selain aspek penanganan, Adam juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan sebagai upaya utama dalam menekan angka kasus kanker. Ia menegaskan bahwa pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga daya tahan tubuh dari risiko penyakit tersebut.

Menurutnya, masyarakat perlu menerapkan pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi makanan berlemak dan bahan tambahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

“Pencegahan harus menjadi prioritas. Itu bisa dilakukan dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari makanan yang mengandung zat berisiko,” jelasnya.

Adam juga menambahkan bahwa aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki atau olahraga ringan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh serta menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sejumlah bahan alami seperti tanaman herbal tertentu, termasuk temu putih, diyakini memiliki potensi dalam mendukung pencegahan penyakit kanker jika diolah dan dikonsumsi dengan tepat.

Selain kanker, pola hidup sehat juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko penyakit lain yang berkaitan dengan peradangan dalam tubuh seperti diabetes, kolesterol, hipertensi, hingga gangguan metabolik lainnya.

Adam menegaskan bahwa penggunaan bahan herbal tidak dimaksudkan sebagai pengganti pengobatan medis, melainkan sebagai pendukung dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta kepedulian sosial terhadap penderita kanker di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....