YBKN Tekankan Pentingnya Cegah Kanker Serviks sejak Dini

  • 17 Jun 2026 17:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Edukasi mengenai kanker serviks kembali digencarkan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan yang berlangsung di lingkungan RRI Manokwari, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Adam Ramadhan, salah satu narasumber dari tim sosialisasi Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) yang aktif memberikan edukasi terkait penyakit kanker dan tumor.

Adam menegaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi ancaman utama bagi perempuan di seluruh dunia. Bahkan, ia menyebut kanker serviks menempati posisi tertinggi sebagai penyebab kematian akibat kanker pada perempuan.

“Kalau prostat berada di urutan ketiga sebagai kanker pembunuh, maka kanker serviks ini merupakan pembunuh nomor satu bagi perempuan di seluruh dunia,” kata Adam.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang terkena kanker serviks, di antaranya perilaku seksual berisiko, seperti bergonta-ganti pasangan dan hubungan seksual di usia dini. Selain itu, rendahnya kesadaran menjaga kebersihan organ reproduksi juga menjadi faktor pemicu.

Adam juga menyoroti kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele namun berdampak pada kesehatan, seperti penggunaan pakaian dalam yang tidak diganti dalam waktu lama serta penggunaan pembalut atau pantyliner lebih dari tiga jam.

“Pakaian dalam yang lembab menjadi media berkembangnya jamur yang dapat memicu infeksi pada area kewanitaan. Pembalut juga idealnya diganti setiap tiga jam sekali, meskipun masih terasa bersih,” ujarnya.

Selain kanker serviks, ia juga memaparkan risiko penyakit lain seperti kanker rahim, kanker ovarium, serta tumbuhnya tumor jinak seperti miom dan kista yang dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani sejak dini. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain keputihan berlebihan, berbau tidak sedap, serta perdarahan di luar siklus menstruasi.

“Jika sudah muncul gejala seperti keputihan berbau, gatal, atau keluar darah setelah berhubungan intim, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan melalui IVA test atau Pap smear,” jelasnya.

Adam menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan utama terhadap kanker. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah mengalami gejala, tetapi juga bagi masyarakat yang merasa sehat.

“Pemeriksaan ini penting dilakukan bahkan bagi yang merasa sehat, karena kanker sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....