Menjelang Pesparawi Nasional XIV, Papua Barat Perkuat Sinergi Sektor Pariwisata
- 12 Jun 2026 17:14 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat mengajak seluruh pelaku pariwisata, pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media massa untuk bersinergi membangun citra positif pariwisata Papua Barat menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV 2026 yang akan berlangsung di Manokwari.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat, Jafar Werfete, saat menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan sektor pariwisata di Manokwari.
Menurut Jafar, Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat memiliki peran strategis sebagai wajah utama daerah sekaligus pintu masuk pariwisata Papua Barat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menjaga dan menampilkan citra terbaik daerah kepada para tamu yang akan datang.
“Manokwari harus menjadi barometer. Manokwari harus menjadi kota yang hidup, kota yang kreatif, sehingga orang melihat Papua Barat sebagai daerah wisata yang bagus, memiliki daya saing dan patut untuk dikunjungi,” ujarnya.
Ia mengatakan, momentum Pesparawi Nasional harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kesiapan Papua Barat dalam menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 6.000 peserta dan pendamping akan hadir dalam ajang nasional tersebut.
Karena itu, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata, hingga operator tur diminta mempersiapkan diri dengan baik agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para pengunjung.
“Semua harus menjadi tuan rumah yang baik dengan kualitas pelayanan yang tinggi sehingga memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang ke Papua Barat,” katanya.
Jafar optimistis, apabila Pesparawi Nasional dapat dilaksanakan dengan sukses dan meninggalkan kesan baik bagi para peserta, maka akan membuka peluang bagi Papua Barat untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional lainnya di masa mendatang.
Menurutnya, promosi pariwisata yang paling efektif sering kali datang dari pengalaman para pengunjung yang kemudian disampaikan dari mulut ke mulut kepada keluarga, kerabat, maupun masyarakat luas.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau Dinas Pariwisata semata. Dibutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari infrastruktur, transportasi, kebersihan, keamanan hingga keterlibatan masyarakat.
“Pariwisata tidak mungkin dikerjakan oleh dinas sendiri. Kita membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun para stakeholder lainnya,” ungkapnya.
Jafar menjelaskan konsep kolaborasi yang dikenal dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas atau masyarakat, serta media massa dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Apapun yang kita lakukan kalau tidak diberitakan dan diinformasikan melalui media, maka orang tidak akan tahu. Karena itu peran media sangat penting dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, Disbudpar Papua Barat berharap terbangun koordinasi dan komunikasi yang lebih baik antar seluruh pemangku kepentingan guna mendukung visi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....