Phapeda Gandeng Pemda Bintuni Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

  • 11 Jun 2026 20:11 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni – Upaya mewujudkan Teluk Bintuni yang bersih dan berkelanjutan mendapat dukungan baru. Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam mengelola sampah organik dan plastik agar memiliki nilai ekonomi, dengan target mampu mereduksi hingga 75 persen volume sampah yang dihasilkan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan pendiri Yayasan Phapeda, Ir. Herlina Husain, saat melakukan audiensi dengan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, di Kantor Bupati SP 3 Manimeri, Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Menurut Herlina, pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama dukungan pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan.

“Kami telah belajar bagaimana mengelola sampah yang baik dan benar di sejumlah kota. Kita sama-sama ingin Bintuni ini bersih. Tapi kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah,” ujarnya.

Persoalan sampah di Teluk Bintuni kini menjadi tantangan yang semakin mendesak seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk Teluk Bintuni mencapai 91.064 jiwa dengan estimasi timbulan sampah mencapai 63,19 ton per hari atau sekitar 23.435,14 ton per tahun.

Sementara itu, data Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Teluk Bintuni menunjukkan bahwa dari total volume sampah yang dihasilkan, baru sekitar 8.773,10 ton atau 37,81 persen yang dapat ditangani melalui pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya, sekitar 14.662,05 ton atau 63,19 persen, belum tertangani secara optimal.

Sekretaris Yayasan Phapeda, Nathalia Dessy, menilai sistem yang berjalan saat ini belum menyentuh aspek pengolahan sampah.

“Pada dasarnya sampah yang ada belum diolah. Sampah hanya dipindahkan dari TPS ke TPA tanpa proses pengelolaan yang memberikan nilai tambah,” katanya.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian sampah masih berpotensi dibuang sembarangan ke saluran air maupun lingkungan terbuka. Karena itu, diperlukan langkah strategis melalui penguatan kelembagaan, penyediaan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam program yang ditawarkan, Yayasan Phapeda akan fokus mengelola sampah organik dan plastik melalui pemilahan sejak dari sumbernya. Sedangkan sampah residu tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk diangkut ke TPA.

Sampah organik yang didominasi limbah makanan akan diolah menjadi kompos sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Adapun sampah plastik akan diproses menjadi bahan baku berbagai produk rumah tangga yang dapat menggantikan penggunaan kayu.

Anggota Yayasan Phapeda, Rasyid Woretma, menjelaskan bahwa pengalaman studi tiru yang dilakukan di Kabupaten Buleleng menunjukkan sampah plastik dapat diubah menjadi meja, kursi hingga berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

“Selain mengurangi volume sampah, pengolahan plastik juga mendukung pelestarian lingkungan karena dapat mengurangi kebutuhan penggunaan kayu dari hutan,” jelasnya.

Dengan sistem yang telah dipelajari, Phapeda optimistis mampu menekan hingga 75 persen volume sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan di Teluk Bintuni.

Menanggapi gagasan tersebut, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menyatakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi salah satu program prioritas dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebagai tindak lanjut, Bupati menunjuk Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) sebagai leading sector untuk berkoordinasi dengan OPD teknis lainnya dalam membangun kemitraan bersama Yayasan Phapeda.

“Sebagai motor penggeraknya, saya minta DPLH segera membentuk tim dan melibatkan OPD teknis terkait untuk menyusun regulasi. Saya kasih waktu dua minggu,” tegas Yohanis Manibuy.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi awal pembenahan sistem pengelolaan sampah di Teluk Bintuni, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....