Penerimaan Impor di Bea Cukai Manokwari Tumbuh 36,94 Persen

  • 10 Jun 2026 08:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kinerja penerimaan negara dari sektor kepabeanan di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Manokwari hingga 30 April 2026 masih ditopang oleh aktivitas impor bahan baku dan bahan penolong untuk mendukung kegiatan industri di Papua Barat.

Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Manokwari, Zhein, mengatakan penerimaan negara dari sektor impor, didominasi oleh masuknya natural gypsum, yang digunakan dalam proses produksi PT Conch Papua Semen. Nilai penerimaan dari komoditas tersebut mencapai Rp1,356 miliar.

"Sampai dengan 30 April 2026, penerimaan negara dari sektor impor masih ditopang oleh impor bahan baku dan bahan penolong, khususnya natural gypsum untuk mendukung kegiatan produksi PT Conch west Papua Semen, dengan nilai penerimaan mencapai Rp1,356 miliar dan tumbuh 36,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," kata Zhein.

Selain sektor impor, Bea Cukai Manokwari juga mencatat aktivitas ekspor yang masih didominasi oleh PT Conch West Papua melalui komoditas semen klinker, hidrolik semen, dan portland composite cement.

Namun demikian, volume ekspor hingga April 2026 mengalami penurunan sebesar 38,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh berkurangnya permintaan semen klinker dari pasar luar negeri.

Meski demikian, beberapa komoditas ekspor lainnya seperti hidrolik semen dan portland composite cement, justru menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025.

Menurut Bea Cukai Manokwari, melemahnya permintaan semen dari pasar internasional diduga berkaitan dengan kondisi ekonomi global yang terdampak konflik di Timur Tengah. Situasi tersebut menyebabkan kebutuhan material konstruksi, termasuk semen, mengalami penurunan di sejumlah negara tujuan ekspor.

Selain menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan, Bea Cukai Manokwari juga terus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....