BPS Papua Barat Imbau Warga Bijak Hadapi Inflasi dan Diversifikasi Konsumsi

  • 07 Jun 2026 22:58 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mengimbau masyarakat untuk menyikapi kenaikan inflasi secara bijak tanpa melakukan pembelian berlebihan maupun pengurangan konsumsi secara ekstrem.

Statistisi Ahli Muda BPS Papua Barat, Putu Krishnanda Supriyatna, mengatakan inflasi yang terjadi saat ini perlu disikapi dengan pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih baik serta pemanfaatan berbagai alternatif kebutuhan pokok.

Menurutnya, masyarakat tetap perlu menjaga aktivitas konsumsi agar roda perekonomian daerah terus bergerak, terutama untuk mendukung pelaku usaha kecil dan pedagang lokal.

“Jangan panik buying, tetapi jangan juga terlalu menahan belanja. Perputaran uang tetap penting karena banyak pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas konsumsi masyarakat,” kata Putu.

Ia menyarankan masyarakat mulai membiasakan diversifikasi pangan agar tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan makanan. Komoditas lokal seperti sagu, petatas, dan singkong dapat menjadi alternatif ketika harga beras mengalami kenaikan.

Selain itu, masyarakat juga dapat mempertimbangkan penggunaan sumber energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga ketika harga LPG mengalami peningkatan.

Putu menilai langkah diversifikasi tidak hanya berlaku untuk pangan, tetapi juga sumber protein. Konsumen dapat memilih berbagai jenis bahan makanan sesuai kondisi harga yang berkembang di pasar.

Menurutnya, Papua Barat memiliki potensi pangan lokal yang cukup besar untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Melalui pola konsumsi yang lebih beragam, masyarakat diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus membantu menciptakan stabilitas harga di tengah tekanan inflasi yang terjadi saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....