OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Pegunungan Arfak
- 30 Mei 2026 04:10 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Pegunungan Arfak– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Tanah Papua, khususnya bagi kalangan generasi muda. Upaya tersebut dilakukan untuk membentuk masyarakat yang cerdas, mandiri, dan terlindungi dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik keuangan ilegal.
Komitmen itu disampaikan Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, melalui Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, saat menutup kegiatan OJK Goes to School di SMP Negeri 1 Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Rabu 13 Mei 2026.
Ferdian mengatakan pemahaman keuangan sejak dini menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
“Pemahaman keuangan dan pembiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar tumbuh menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Selain itu, mereka juga akan lebih terlindungi dari berbagai penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan atau merugikan,” kata Ferdian.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan juga penting untuk meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online yang dinilai dapat merusak masa depan pelajar.
Ia berharap melalui edukasi tersebut akan terbentuk karakter generasi muda yang disiplin, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan keuangan.
Sementara itu, perwakilan Kepala SMP Negeri 1 Anggi, Asriadi, mengapresiasi kehadiran OJK yang telah memberikan edukasi keuangan kepada para siswa di wilayah Pegunungan Arfak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa semakin memahami pentingnya budaya menabung dan mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak di masa depan, serta tidak terlibat dalam judi online maupun penggunaan pinjaman online ilegal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan itu menjangkau 216 peserta. Selain edukasi, OJK juga memfasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa SMA dan SMP Negeri 1 Anggi sebagai bentuk nyata peningkatan inklusi keuangan dan pembiasaan menabung sejak dini.
OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya menegaskan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), guna mewujudkan masyarakat Papua yang semakin sejahtera, berdaya saing, dan terlindungi dalam menggunakan layanan jasa keuangan resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....