Kemendikdasmen Dukung Sekolah Berbasis Lingkungan di Tanah Papua
- 29 Mei 2026 03:37 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, mendorong pengembangan pendidikan berbasis lingkungan dan kearifan lokal di Papua Barat melalui SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMKO) Manokwari.
Dalam sambutannya di Manokwari pada Kamis, 28 Mei 2026, Abdul Mu’ti menyebut SMAMKO menjadi sekolah dengan konsep unik yang mengintegrasikan teologi lingkungan Muhammadiyah dengan kekayaan alam dan budaya lokal Papua Barat
“SMAMCO adalah satu-satunya yang ada di lingkungan amal usaha Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Karena itu pengajuan unit sekolah baru ini kami setujui karena memiliki kekhasan dan keunggulan,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah mendorong sekolah-sekolah di Indonesia memiliki ciri khas sesuai potensi daerah masing-masing. Menurutnya, Papua Barat memiliki kekayaan alam yang harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya membangun kecerdasan ekologis di tengah ancaman global warming dan perubahan iklim yang kini menjadi perhatian dunia internasional.
“Pendidikan harus membentuk anak-anak Indonesia yang memiliki kecerdasan ekologis, dekat dengan alam, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Ia menjelaskan, persoalan perubahan iklim tidak hanya berdampak pada kerusakan alam, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan pangan, politik, hingga hubungan antarnegara.
Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong program sekolah ramah lingkungan melalui gerakan hidup bersih, hemat energi, dan pengurangan sampah plastik.
Menurut Abdul Mu’ti, konsep konservasi lingkungan bukan hanya menjaga alam, tetapi juga membangun peradaban.
“Tidak sekadar we conserve our nature, tapi we build our civilization,” ungkapnya.
Ia berharap SMAMCO Manokwari dapat menjadi model sekolah ramah lingkungan yang mampu melahirkan generasi cerdas, religius, dan peduli terhadap keberlanjutan alam Papua Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....