Kemenag Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat

  • 25 Mei 2026 18:53 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI, Luksen Jems Mayor bersama Plt. Kakanwil Kemenag Papua Barat, Barnabas Dowansiba di Manokwari, Sabtu 23 mei 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Pembimas Katolik dan Kabid Pendidikan Kristen guna menyelaraskan kesiapan teknis maupun dukungan sumber daya aparatur di lingkungan Kementerian Agama Papua Barat.

Plt. Kakanwil Kemenag Papua Barat Barnabas Dowansiba mengatakan, pihaknya terus mengawal seluruh tahapan persiapan agar pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV berjalan sukses sesuai harapan pemerintah pusat.

“Sebagai tuan rumah, kami ingin memastikan seluruh proses persiapan berjalan maksimal, baik yang berkaitan dengan perlombaan maupun hal-hal pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dari kesuksesan kegiatan nasional ini,” ujar Barnabas.

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah pusat sangat penting agar seluruh agenda yang dipersiapkan daerah tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dalam rapat tersebut, Kementerian Agama juga menegaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV bukan hanya ajang perlombaan paduan suara gerejawi, melainkan momentum membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui penguatan ekoteologi.

Konsep ramah lingkungan akan diterapkan dalam seluruh rangkaian kegiatan dengan melibatkan ASN Kemenag Papua Barat, lembaga pendidikan, sekolah-sekolah, panitia, hingga peserta Pesparawi.

Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI, Luksen Jems Mayor menegaskan bahwa penyelenggaraan Pesparawi harus memberi manfaat luas, tidak hanya bagi kehidupan spiritual umat, tetapi juga bagi kelestarian alam.

“Pesparawi ini harus menjadi gerakan bersama yang membawa pesan spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Kita ingin kegiatan keagamaan juga mampu memberi kontribusi nyata dalam menjaga bumi,” kata Luksen.

Menurutnya, implementasi ekoteologi menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Keterlibatan seluruh pegawai Kemenag, sekolah-sekolah, dan masyarakat menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya ramah lingkungan,” ucapnya.

Melalui sinkronisasi persiapan yang terus dilakukan, Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat diharapkan menjadi perhelatan keagamaan berskala nasional yang sukses, inklusif, dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....