Hardiknas 2026, Pemkab Manokwari Dorong Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal
- 23 Mei 2026 08:21 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Pemerintah Kabupaten Manokwari terus mendorong penguatan sistem pendidikan yang berpijak pada budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berkarakter.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, saat membuka Seminar Pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Auditorium BPMP Papua Barat, Rabu 20 Mei 2026.
Seminar mengusung tema “Noken dalam Kokurikuler: Menuju Kearifan Lokal, Menguatkan Karakter, Menginspirasi Pembelajaran” dengan fokus pada penerapan nilai budaya lokal dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Dalam sambutannya, Mugiyono menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan jati diri generasi muda Papua Barat.
“Momentum Hardiknas harus menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, kemandirian, dan penguatan nilai budaya lokal,” ujar Mugiyono.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manokwari secara bertahap terus melakukan pembenahan sektor pendidikan, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana maupun penguatan tata kelola pendidikan yang berbasis data dan akuntabel.
Menurutnya, peningkatan kapasitas guru juga menjadi fokus utama pemerintah daerah karena tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan di masa depan.
“Guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi unggul. Profesionalisme, kreativitas, dan keteladanan guru menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Mugiyono turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua, dunia usaha, dan komunitas pendidikan, untuk bersama-sama mendukung transformasi pendidikan di Manokwari.
Ia berharap seminar tersebut dapat melahirkan gagasan dan strategi baru dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini diikuti kepala sekolah, guru, pengawas, komunitas praktisi pendidikan, serta para pemangku kebijakan di bidang pendidikan.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran hasil pembelajaran berbasis kearifan lokal yang menampilkan karya dan inovasi siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Manokwari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....