Bupati Tinjau Latsar CPNS Teluk Bintuni di Brigif
- 21 Mei 2026 11:39 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni — Semangat ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi 2021 tampak memenuhi Markas Brigadir Infanteri (Brigif) 26/GP Kilometer 12, Kamis (21/5/2026). Sejak pagi hari, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, hadir langsung meninjau kegiatan pelatihan fisik sekaligus mengikuti senam bersama peserta gelombang terakhir.
Kehadiran bupati disambut antusias para peserta yang sedang menjalani pembentukan disiplin dan karakter sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dalam kesempatan itu, Yohanis Manibuy mengaku melihat semangat dan optimisme dari wajah para peserta selama mengikuti pelatihan.
“Saya lihat peserta Latsar cukup gembira dan wajah mereka memancarkan semangat. Saya yakin ASN yang dilatih disiplin di Brigif ini akan memiliki dampak positif meski waktunya singkat,” ujar bupati kepada wartawan.

Ia menilai lingkungan Brigif sangat tepat digunakan sebagai lokasi pembinaan ASN karena mampu membentuk karakter, integritas, serta kedisiplinan peserta. Ini adalah yang pertama kalinya Latsar dilaksanakan di Brigif, karena sebelumnya di luar Teluk Bintuni.
“Saya lihat Brigif ini tempat yang cocok bagi ASN kita agar lebih berintegritas, berkarakter disiplin, memiliki motivasi dan pikiran positif, sehingga dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, pemerintah daerah, maupun masyarakat,” Kata bupati.
Bupati juga memastikan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni akan terus memanfaatkan fasilitas Brigif untuk kegiatan pelatihan dasar ASN di masa mendatang. Karena menurutnya sarana dan prasarana di Brigif sudah memadai mulai dari gedung, asrama hingga lapangan.
Sementara itu, Komandan Brigif 26/GP, Alexander Eko Setyawan, menegaskan pihaknya siap mendukung program pembentukan karakter ASN yang dilaksanakan pemerintah daerah. Hal ini untuk menciptakan ASN yang berkarakter dan disiplin.
“Tentunya kami mendukung kegiatan pemerintah daerah, terutama dalam pembentukan karakter ASN. Ke depan mereka akan bekerja membangun daerah dan mengabdi kepada negara,” Ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam satu gelombang pelatihan terdapat sekitar 30 personel pelatih dan pendamping yang terlibat. Setiap gelombang diikuti sekitar 100 peserta dengan total keseluruhan mencapai 300 orang.
Menurutnya, materi pelatihan diawali dengan pembiasaan disiplin dasar seperti bangun pagi, makan teratur, hingga menjalankan aktivitas secara tertib dan bersama-sama.
“Hal-hal sederhana seperti itu menjadi dasar pembentukan karakter dan disiplin mulai dari bangun sampai tidur. Harapannya, itu menjadi kebiasaan mereka untuk mematuhi aturan,” jelasnya.
Selain kedisiplinan, peserta juga dibekali materi ketangkasan, kecepatan, psikologi permainan, hingga latihan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan dan kemampuan bekerja sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....