Pertamina Pastikan Stok LPG Papua Barat Tetap Aman meski Pola Distribusi Berubah
- 21 Mei 2026 14:53 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Pihak PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan LPG di wilayah Papua Barat tetap aman meski terjadi perubahan pola distribusi akibat kendala transportasi laut dan jalur suplai yang tidak reguler.
Dalam penjelasannya, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim menyebutkan bahwa perubahan pola distribusi dilakukan untuk menjaga kestabilan stok sekaligus mengendalikan harga LPG di sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Fakfak, Manokwari, dan Teluk Bintuni.
Menurutnya, suplai LPG untuk Fakfak masih dilakukan langsung dari Surabaya guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di daerah tersebut.
“Kita melakukan pengambilan keputusan untuk Fakfak tetap melakukan suplai langsung dari Surabaya agar stok di Fakfak tetap aman dan dari sisi harga masih bisa terkontrol,” ujar pihak Pertamina.
Sementara itu, untuk pola distribusi terbaru, tiga agen LPG di Papua Barat kini melakukan pengambilan pasokan melalui Ambon. Tiga agen tersebut terdiri dari dua agen di Manokwari dan satu agen di Teluk Bintuni.
“Kenapa tidak melalui Jayapura? Karena kapal reguler ke Jayapura jauh lebih sedikit dan biayanya jauh lebih tinggi. Kalau dilakukan penyewaan kapal, anggarannya bisa jauh lebih besar dibanding pola distribusi yang saat ini dijalankan,” kata pihak Pertamina.
Pertamina juga mengakui sempat terjadi kelangkaan LPG di beberapa wilayah Papua Barat dalam beberapa hari terakhir. Namun, upaya distribusi sebenarnya telah dilakukan sejak awal April dengan mengirimkan tabung LPG ke Ambon sebelum diteruskan ke Papua Barat.
Menurut Pertamina, kendala utama berasal dari jadwal kapal yang tidak menentu karena jalur distribusi baru tersebut belum reguler. Meski demikian, sebanyak sembilan kontainer atau sekitar 6.000 tabung LPG telah tiba di Manokwari pada pekan lalu.
Saat ini, stok LPG yang tersedia di agen-agen Papua Barat tercatat mencapai sekitar 1.400 tabung untuk ukuran 5,5 kilogram, 7.600 tabung ukuran 12 kilogram, serta 1.200 tabung ukuran 50 kilogram.
Pertamina memperkirakan stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 21 hari untuk LPG 5,5 kilogram dan lebih dari satu bulan untuk LPG 12 kilogram maupun 50 kilogram, dengan tambahan pasokan yang diperkirakan tiba pada awal Juni 2026.
Selain perubahan jalur distribusi, Pertamina juga menyampaikan adanya penyesuaian harga LPG akibat meningkatnya biaya transportasi laut dan penggunaan BBM industri untuk operasional kapal pengangkut.
Untuk wilayah Manokwari, harga LPG 5,5 kilogram kini berada di kisaran Rp245 ribu, LPG 12 kilogram sekitar Rp495 ribu, dan LPG 50 kilogram mencapai Rp2,5 juta. Sedangkan di Teluk Bintuni, harga LPG 5,5 kilogram mencapai Rp275 ribu dan LPG 12 kilogram sekitar Rp520 ribu.
Pertamina menyebutkan kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi setelah perubahan pola suplai, termasuk penggunaan solar industri untuk kapal pengangkut LPG.
Sebagai perbandingan, kenaikan harga LPG di Manokwari mencapai sekitar 48 persen untuk tabung 5,5 kilogram dan 52 persen untuk tabung 12 kilogram. Sementara untuk LPG 50 kilogram, kenaikan tercatat mencapai lebih dari 100 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....