Pertamina Pastikan Stok LPG di Manokwari Tetap Aman

  • 21 Mei 2026 00:00 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan pasokan LPG nonsubsidi di wilayah Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari, tetap aman dan terjaga di tengah tantangan distribusi energi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar.

Menurutnya, suplai LPG nonsubsidi ke Manokwari masih dilakukan secara rutin guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan pasokan energi di Papua Barat.

“Pertamina memastikan stok LPG nonsubsidi untuk wilayah Manokwari terus disuplai secara berkala. Saat ini distribusi terus berjalan dan dijadwalkan guna menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan data per 19 Mei 2026, stok LPG yang tersedia di Manokwari terdiri dari Bright Gas 5,5 kilogram sebanyak 1.433 tabung, Bright Gas 12 kilogram sebanyak 7.602 tabung, serta LPG 50 kilogram sebanyak 120 tabung.

Selain menjaga ketersediaan stok, Pertamina juga melakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait penguatan rantai distribusi LPG di Papua Barat. Salah satu upaya yang dibahas yakni rencana penggunaan Landing Craft Tank (LCT) guna mendukung kelancaran distribusi energi ke wilayah tersebut.

Ispiani menjelaskan Pertamina turut melakukan alih suplai LPG dari Surabaya ke Jayapura sebagai langkah antisipasi terhadap dampak situasi geopolitik global yang memengaruhi distribusi energi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan LPG ke Manokwari dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Pengolah Data Migas Dinas ESDM Provinsi Papua Barat, Frits Morin, menyatakan pemerintah daerah mendukung upaya penguatan distribusi yang dilakukan Pertamina. Pemerintah bersama Pertamina juga terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat Papua Barat tetap terpenuhi secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....