Rapat Evaluasi HIV Manokwari Bahas Penjangkauan Kelompok Berisiko

  • 12 Mei 2026 11:18 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar rapat evaluasi dan sinkronisasi data layanan HIV Tahun 2026 bersama sejumlah puskesmas, rumah sakit, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mitra pendamping.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kualitas layanan, mempercepat penanganan kasus HIV, serta memastikan validitas data di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Manokwari.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen L. Rantetampang, SKM., M.Si menegaskan penanganan HIV tidak lagi dapat dilakukan dengan pola kerja lama yang bersifat rutinitas.

“Percepatan menjadi kunci di tahun 2026. Kita harus memperluas jangkauan layanan, memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit mampu memberikan layanan testing dan pengobatan yang berkualitas,” ujarnya saat membuka kegiatan pada Selasa, 12 Mei 2026 di salah satu cafe di Manokwari.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi data dan perhatian terhadap kelompok berisiko yang belum tersentuh layanan kesehatan, termasuk kasus pada usia di bawah umur.

“Data yang ada menunjukkan masih banyak kelompok yang belum terjangkau layanan. Ini harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda dapat diselamatkan dari risiko penularan HIV,” katanya

Selain itu, Marthen meminta seluruh layanan kesehatan melakukan evaluasi lebih rinci terhadap kasus pasien yang putus pengobatan atau lost follow up agar dapat diketahui faktor penyebabnya, baik karena masalah ekonomi, pengetahuan, maupun faktor sosial lainnya.

Menurutnya, identifikasi masalah secara spesifik akan mempermudah pembagian peran antara tenaga kesehatan dan lembaga pendamping dalam memberikan intervensi yang tepat.

Sementara itu, pengelola program HIV Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Everdina Yuliana Wanggai, SKM., M.Si menjelaskan kegiatan tersebut rutin dilakukan untuk memperbarui dan menyinkronkan data layanan HIV dari seluruh fasilitas kesehatan.

“Tujuan kegiatan ini untuk mensinkronkan data layanan HIV di seluruh fasilitas kesehatan agar data valid dan penanganan kasus bisa dilakukan lebih maksimal,” ujarnya.

Kegiatan evaluasi tersebut diikuti sejumlah pengelola data puskesmas di wilayah perkotaan Manokwari, di antaranya Puskesmas Amban, Wosi, Sowi, dan Maripi, serta RSUD Manokwari. Hadir pula sejumlah LSM yang selama ini menjadi mitra pendamping penjangkauan dan edukasi HIV di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berharap penanganan HIV dapat dilakukan lebih terintegrasi sehingga angka penularan dapat ditekan dan kualitas layanan kesehatan semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....