Pemprov Papua Barat Dorong Peran Daerah dalam Pengelolaan Migas

  • 11 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis 07 Mei 2026.

Rakernas ini mengusung tema “Memperkuat Fiskal dan Integrasi Sumur Tua, Sumur Masyarakat, Idle Field dan Pengembangan Modular Refinery”. Forum tersebut membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan migas nasional, mulai dari mekanisme penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas, implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025, hingga peluang pembangunan kilang mini di daerah.

Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menegaskan bahwa Papua Barat sebagai salah satu daerah penghasil migas memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Namun demikian, manfaat yang diterima daerah dinilai belum sepenuhnya optimal.

“Daerah penghasil migas tidak seharusnya hanya menjadi objek penerima transfer dana, tetapi harus menjadi aktor utama dalam pengelolaan dan bisnis migas di wilayahnya sendiri,” ujar Lakotani.

Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu diberi ruang lebih besar untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sektor energi, termasuk melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Daerah penghasil migas perlu diberikan ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi langsung dalam pengelolaan sektor energi, termasuk melalui BUMD,” katanya.

Dalam Rakernas tersebut, Papua Barat juga mengusulkan agar skema Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dapat direposisi menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Usulan itu disampaikan karena keterlambatan penyaluran DBH dinilai kerap mempengaruhi stabilitas fiskal daerah.

Selain itu, Wakil Gubernur Papua Barat turut menyoroti adanya ketidaksesuaian antara data lifting migas dengan nominal transfer dana yang diterima daerah. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai sektor energi, pembangunan infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rakernas ADPMET diharapkan menjadi wadah penguatan sinergi antar daerah penghasil migas dalam memperjuangkan kebijakan energi nasional yang lebih berkeadilan bagi daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....