Belanja Pemerintah dan Sektor Industri Dorong Ekonomi Papua Barat Tumbuh Positif
- 11 Mei 2026 07:29 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 4,64 persen secara year on year (YoY). Capaian tersebut menempatkan Papua Barat di posisi kedua tertinggi di regional Maluku dan Papua setelah Provinsi Papua yang tumbuh 4,96 persen.
Kepala Kanwil DJPb Papua Barat melalui Kepala Bagian Umum, Wakhid Susilo mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kawasan Papua menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
“Untuk pertumbuhan ekonomi di regional Maluku maupun Papua, khususnya Papua Barat, saat ini menempati peringkat kedua setelah Provinsi Papua dengan capaian pertumbuhan sebesar 4,64 persen secara year on year,” kata Wakhid.
Sementara itu, Provinsi Papua Barat Daya tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,16 persen secara tahunan.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Papua Barat masih didominasi sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian. Namun demikian, sektor administrasi pemerintahan juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 4,59 persen.
Menurut Wakhid, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh percepatan realisasi belanja pemerintah pada Triwulan I, baik di Papua Barat maupun Papua Barat Daya.
“Administrasi pemerintahan mengalami pertumbuhan cukup baik karena realisasi belanja pemerintah terus didorong pada Triwulan I, baik melalui belanja kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa masih menjadi komponen terbesar dalam struktur ekonomi Papua Barat. Meski demikian, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Peningkatan konsumsi pemerintah pada awal tahun dipengaruhi momentum Hari Raya, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja pegawai yang meningkat di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....