Rumah Pintar Manokwari Fokus Tingkatkan Literasi Anak Putus Sekolah

  • 10 Mei 2026 11:03 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Rumah Pintar Manokwari terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak melalui program belajar baca tulis yang menyasar berbagai wilayah di Manokwari. Kegiatan tersebut dijalankan oleh yayasan dengan melibatkan sejumlah pengajar yang aktif mendampingi anak-anak di beberapa lokasi belajar.

Pengajar Rumah Pintar Manokwari, Dessy Natalya Soplantila, mengatakan lembaga tersebut berdiri sebagai bagian dari misi pelayanan untuk membantu pendidikan anak-anak, khususnya di Papua. Ia menyebut yayasan telah berdiri sejak 2012, sementara program Rumah Pintar mulai berkembang secara bertahap hingga saat ini.

Menurut Dessy, program pembelajaran yang dijalankan saat ini masih difokuskan pada kemampuan dasar baca tulis. Hal tersebut dilakukan karena di sejumlah wilayah, anak-anak masih lebih banyak menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sehingga kemampuan berbahasa Indonesia belum optimal.

“Fokus kami sejauh ini masih pada baca tulis, karena di beberapa wilayah anak-anak masih dominan menggunakan bahasa daerah sehingga kemampuan bahasa Indonesianya perlu diperkuat,” katanya.

Ia menjelaskan, Rumah Pintar Manokwari terbuka untuk semua kalangan tanpa membedakan latar belakang anak. Namun, sebagian besar peserta didik yang mengikuti kegiatan merupakan anak-anak putus sekolah dan anak-anak yang masih aktif bersekolah.

Rentang usia peserta didik yang mengikuti pembelajaran mulai dari usia empat tahun hingga tingkat SMP kelas tiga atau sekitar usia 15 tahun. Untuk menjaga minat belajar anak-anak, para pengajar menerapkan metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan edukatif dan aktivitas interaktif.

“Selain materi belajar, kami juga menggunakan games supaya anak-anak tetap semangat dan pola pikir mereka terus terasah,” kata Dessy.

Saat ini, Rumah Pintar Manokwari melayani lebih dari 60 anak dengan dukungan sekitar tujuh tenaga pengajar. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap hari di sembilan titik berbeda, di antaranya wilayah Susweni, Manggoapi, Arowi, Kampung Bou, Fanindi Pantai, Mansinam, Yokembosi, Dindei, hingga Warmare. Meski sebagian besar operasional masih ditopang yayasan, Dessy menyebut sejumlah anggota DPR turut memberikan dukungan bagi keberlangsungan kegiatan pendidikan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....