Wakapolda Papua Barat Launching Penangkaran Benih Jagung Petani Milenial OAP
- 08 Mei 2026 22:33 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari, Papua Barat – Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana memimpin launching program penangkaran benih dan penanaman jagung oleh petani milenial Orang Asli Papua (OAP) di SP 5 Macuan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Kamis 7 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat utama Polda Papua Barat, mahasiswa, serta kelompok tani di wilayah Papua Barat sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat OAP.
Dalam kegiatan itu, Polda Papua Barat menyerahkan bantuan benih jagung kepada kelompok tani dan melakukan penanaman perdana bersama Dinas Pertanian, mahasiswa, dan masyarakat petani setempat.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kemandirian pertanian sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda OAP di sektor pertanian modern.
Menurutnya, program penangkaran benih jagung lahir dari kondisi di lapangan, di mana Papua Barat masih menghadapi keterbatasan benih unggul dan sektor pertanian yang selama ini masih didominasi tenaga kerja dari luar Papua.
“Melalui kolaborasi antara Polda Papua Barat dan Dinas Pertanian, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya petani milenial OAP, agar mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan pertanian modern di Papua Barat,” Kata Sulastiana.
Pada kegiatan tersebut, Polda Papua Barat memfasilitasi distribusi sekitar 3 ton benih jagung kepada 178 petani yang tergabung dalam delapan kelompok tani di Papua Barat.
Program itu juga melibatkan sekitar 20 mahasiswa, 11 kelompok tani di Distrik Masni, serta masyarakat OAP sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian daerah.
Sulastiana juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyediakan lahan untuk mendukung program penangkaran benih dan penanaman jagung.
Pada tahap awal, lahan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk penanaman jagung dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 5 ton.
Selain meningkatkan produksi, para petani juga didorong memahami teknik budidaya, pengelolaan benih, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Polda Papua Barat hadir sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat, khususnya petani OAP, agar mendapatkan dukungan dan akses dalam pengembangan sektor pertanian,” Ucapnya.
Ia juga mengajak para petani milenial OAP memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda OAP yang mampu menginspirasi, bukan hanya menanam jagung, tetapi juga menanam pengetahuan dan semangat membangun pertanian Papua Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gudug Kurniawan mengatakan program ketahanan pangan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Polda Papua Barat tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang produktif dan bermanfaat,” kata Gudug.
Program penangkaran benih dan penanaman jagung tersebut diharapkan terus berkembang guna melahirkan petani yang mandiri, produktif, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan di Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....