Hardiknas di Manokwari Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan
- 02 Mei 2026 15:46 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Manokwari berlangsung khidmat melalui upacara yang digelar pada Sabtu 2 Mei 2026. Momentum tahunan ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan kembali pentingnya peran pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan saat yang tepat untuk merefleksikan arah dan tujuan pendidikan nasional.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses membangun potensi dasar manusia secara utuh.
“Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia serta mengembangkan fitrah yang dimiliki setiap individu,” ujarnya.
Lebih lanjut, nilai-nilai yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara disebut tetap menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional. Prinsip tersebut juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam upaya peningkatan mutu, pemerintah mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam atau deep learning. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat pemahaman siswa sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Selain itu, transformasi digital di sektor pendidikan terus dipacu melalui penyediaan fasilitas berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Peran guru juga mendapat perhatian khusus sebagai ujung tombak pendidikan. Pemerintah menyediakan berbagai dukungan, mulai dari program beasiswa bagi guru yang belum berkualifikasi sarjana, hingga pelatihan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Tunjangan sertifikasi pun terus ditingkatkan dan dibayarkan secara rutin, termasuk insentif bagi tenaga honorer.
Tak hanya aspek akademik, penguatan karakter peserta didik turut menjadi fokus utama. Pemerintah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai toleransi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah diharapkan menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus membentuk integritas serta solidaritas sosial.
Di sisi lain, perluasan akses pendidikan terus dilakukan melalui berbagai program, seperti pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, serta penguatan sekolah inklusi dan Sekolah Luar Biasa. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan.
Menutup amanatnya, pemerintah menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....