SMTKN Pelita Sambab Tumbuhkan Toleransi Lintas Iman
- 02 Mei 2026 14:29 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Praktik toleransi dan kebersamaan lintas perbedaan terus terbangun di lingkungan pendidikan, salah satunya di Sekolah Menengah Teologi Kristen Negeri (SMTKN) Pelita Sambab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Sekolah ini menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang, baik agama maupun suku, yang dirawat melalui proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari.
Salah satu potret nyata terlihat dari kehadiran Adwiyah Nur Soleha, guru Bimbingan Konseling yang berasal dari latar belakang berbeda dengan mayoritas siswa. Ia menjalankan tugasnya di tengah lingkungan yang didominasi siswa beragama Kristen, sekaligus menjadi bagian dari praktik moderasi beragama di sekolah tersebut.
Pada awal masa pengabdiannya, Adwiyah mengaku sempat menghadapi proses adaptasi, terutama terhadap kebiasaan siswa yang kerap menyanyikan lagu rohani. Namun, ia kemudian memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kultur sekolah.
“Perbedaan tidak menjadi hambatan, tetapi menjadi ruang untuk membangun saling pengertian,” ujarnya.
Dalam kegiatan belajar, Adwiyah menanamkan nilai toleransi melalui pendekatan yang sederhana namun efektif, seperti mengajak siswa memahami nilai-nilai universal tentang kebaikan dan kasih. Interaksi yang terbangun bahkan melampaui sekadar hubungan guru dan siswa.
Ia mengungkapkan, dalam keseharian, siswa kerap mengingatkannya untuk menjalankan ibadah. Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa nilai toleransi dapat tumbuh dari hubungan yang saling menghargai.
Selain itu, semangat kebersamaan juga tercermin dari sosok Emiria Ziliwu, guru senior yang telah mengabdi sejak 2006. Berasal dari Nias, Sumatera Utara, Emiria membawa pengalaman lintas budaya yang memperkaya dinamika pendidikan di SMTKN Pelita Sambab.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Ia menyaksikan lulusan sekolah mampu berkontribusi di berbagai sektor, baik sebagai pelayan gereja maupun di lingkungan pemerintahan.
“Pendidikan harus mampu membentuk karakter dan mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan di tengah masyarakat yang beragam,” katanya.
Komitmen terhadap nilai keberagaman juga diperkuat melalui kebijakan sekolah yang mengedepankan integritas, keimanan, dan keilmuan. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Willem Buiswarin, SMTKN Pelita Sambab mengimplementasikan program moderasi beragama secara konsisten.
Program tersebut didukung Kementerian Agama dan diwujudkan melalui keterlibatan tenaga pendidik dari berbagai latar belakang agama dalam proses pembelajaran.
“Sekolah ini terbuka bagi guru dari latar belakang berbeda, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai toleransi,” jelasnya.
Implementasi nilai tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan sekolah, termasuk perayaan keagamaan yang melibatkan seluruh warga sekolah tanpa memandang perbedaan keyakinan.
SMTKN Pelita Sambab menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya menjadi konsep, tetapi praktik yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Dari lingkungan pendidikan, nilai persatuan terus dibangun sebagai fondasi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....