BPS Pabar Ungkap Ekonomi Manokwari Dipengaruhi Banyak Sektor

  • 24 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manokwari dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah sektor utama yang menjadi penopang perekonomian daerah.

Statistisi Ahli Madya BPS Papua Barat, Citra Yanuar Widayanti, SST., M.Stat, menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Manokwari mencapai 3,74 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 2,97 persen. Namun, pada tahun 2023 pertumbuhan sempat melambat hingga 0,96 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Manokwari memang cenderung fluktuatif karena dipengaruhi oleh beberapa sektor utama, seperti konstruksi, transportasi, perdagangan, serta administrasi pemerintahan,” jelas Citra.

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok turut memberikan tekanan terhadap perekonomian, khususnya pada sektor konsumsi rumah tangga dan transportasi. Dampak tersebut kemudian berlanjut ke sektor perdagangan yang ikut terpengaruh.

“Kenaikan BBM dan bahan pokok tentu berdampak pada konsumsi rumah tangga dan transportasi. Ketika transportasi terdampak, maka sektor perdagangan juga akan ikut merasakan efeknya,” ujarnya.

Meski demikian, Citra menilai daya beli masyarakat masih relatif terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi Manokwari diperkirakan tetap berada pada jalur positif meskipun melambat.

Ia menjelaskan, sektor administrasi pemerintahan menjadi penopang utama perekonomian Manokwari, disusul sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi atau investasi. Stabilitas pada sektor-sektor ini dinilai sangat menentukan arah pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor administrasi pemerintahan cenderung stabil karena didukung oleh belanja pemerintah. Namun, sektor konstruksi sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan daya tarik investasi di daerah,” jelas Citra.

Citra juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), agar tekanan inflasi tidak semakin membebani masyarakat.

“Peran pemerintah sangat penting dalam menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau, sehingga daya beli masyarakat tidak menurun dan ekonomi tetap bergerak,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Pengelolaan konsumsi yang tepat dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....