Dinas Pendidikan Soroti Kasus Pengeroyokan Siswa SMA Taruna Kasuari
- 23 Apr 2026 07:24 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Insiden pengeroyokan yang melibatkan siswa kelas XI terhadap siswa kelas X terjadi di SMA Taruna Kasuari dan menimbulkan sejumlah korban luka. Peristiwa tersebut berlangsung saat para siswa kelas X sedang mengikuti kegiatan belajar malam di dalam kelas.
Akibat kejadian itu, beberapa siswa dilaporkan mengalami luka dan memar akibat aksi kekerasan yang dilakukan secara brutal oleh para pelaku.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat ditemui usai insiden tersebut menyampaikan keprihatinannya dan meminta agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara serius.
“Pihak dinas menyarankan kepada orangtua untuk melakukan visum terhadap anak-anak korban pemukulan, agar dari hasil visum tersebut dapat dilakukan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Barnabas.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan bersikap adil dan tidak akan membiarkan tindakan kekerasan terjadi di lingkungan sekolah. Menurutnya, kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi dan sudah melewati batas kewajaran.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Hal-hal seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja, dan semua pihak harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Barnabas juga mengakui bahwa kondisi sarana dan prasarana sekolah saat ini belum representatif. Oleh karena itu, pihaknya telah merencanakan pembangunan gedung sekolah baru yang lebih layak di wilayah Warmare.
“Dinas sudah berupaya membangun gedung sekolah yang representatif di Warmare, dengan harapan pada tahun 2028 sudah dapat digunakan dengan fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Terkait pelaku pengeroyokan, ia menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Para pelaku harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” Ucap Barnabas.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan juga mengimbau agar para orangtua dan pihak sekolah tetap memberikan dukungan kepada korban agar tetap melanjutkan pendidikan.
“Kami berharap orangtua dan pihak sekolah terus mendorong anak-anak yang menjadi korban agar tetap bersekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan seperti biasa,” Ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....