Clinton Tallo Ajak Hentikan Polemik Organisasi Tinju, Fokus pada Prestasi Atlet
- 15 Apr 2026 13:01 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Polemik dualisme organisasi tinju di Papua Barat kembali menjadi perhatian berbagai kalangan olahraga. Situasi ini dinilai perlu segera diselesaikan agar tidak mengganggu pembinaan dan prestasi atlet di daerah.
Mantan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Papua Barat, Clinton Tallo, mengajak seluruh pihak untuk menghentikan polemik tersebut dan kembali memfokuskan perhatian pada peningkatan prestasi atlet.
Menurut Clinton, perbedaan wadah organisasi tidak seharusnya menjadi sumber konflik yang justru merugikan para petinju. Ia menegaskan bahwa atlet adalah aset utama yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, setelah hampir dua periode menjadi bagian dari Pertina, dirinya kini memilih fokus membina atlet melalui Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati), yang memiliki jaringan hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Yang terpenting itu atletnya. Mau di organisasi mana pun, mereka tetap petinju yang harus kita dorong untuk berprestasi,” ujarnya.
Clinton menilai, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan mengakomodasi berbagai organisasi olahraga agar tetap berjalan selaras, sehingga pembinaan atlet tidak terhambat oleh persoalan kepengurusan.
Selain itu, ia juga menyoroti momentum musyawarah daerah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai ajang strategis untuk menentukan arah pembinaan olahraga ke depan. Ia berharap calon ketua KONI yang terpilih benar-benar memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan olahraga.
Menurutnya, sosok pemimpin KONI harus memiliki integritas, kepedulian tinggi, serta kemampuan membangun jaringan, termasuk dengan sektor swasta guna mendukung pembinaan atlet.
“Jangan hanya berharap dari dana pemerintah. Harus ada upaya lain untuk mencari dukungan, supaya pembinaan atlet bisa maksimal,” ucapnya.
Clinton juga menyinggung persoalan bonus atlet yang kerap menjadi keluhan, terutama bagi mereka yang telah meraih prestasi di tingkat nasional. Ia meminta agar hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pengurus olahraga ke depan.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi demi kemajuan olahraga tinju di Papua Barat tanpa diwarnai konflik berkepanjangan.
“Kalau semua bersatu, saya yakin prestasi tinju Papua Barat bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....