Huntara Borobudur Diresmikan, Bupati: Wujud Kepedulian Pemerintah Daerah

  • 10 Apr 2026 14:19 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Bupati Manokwari, Hermus Indou bersama Wakil Bupati H. Mugiyono, meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana kebakaran di kawasan Borobudur Manokwari, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Peresmian huntara tersebut merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Manokwari, khususnya dalam penyediaan hunian layak bagi warga yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Manokwari, Joni Towansiba, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan huntara dan fasilitas pendukung ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan hunian yang aman dan layak,” ujarnya Jumat, 10 April 2026.

Ia merinci, fasilitas yang diresmikan meliputi 46 unit rumah tipe 36 meter persegi, terdiri dari 32 unit di darat dan 14 unit di atas laut. Selain itu, dibangun pula dapur umum, gapura, dua unit MCK, sarana air bersih, serta jalan cor sepanjang 150 meter dengan lebar empat meter.

Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan renovasi dua gedung dengan luas masing-masing 700 meter persegi dan 400 meter persegi guna mendukung fasilitas lingkungan.

Joni mengajak seluruh masyarakat penerima manfaat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan bahwa peresmian huntara merupakan bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus upaya menjaga integritas pemerintah daerah.

“Janji adalah utang. Jika tidak dipenuhi, maka tidak ada integritas dan kepercayaan dari rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan huntara ini juga menjadi bagian dari realisasi program 100 hari kerja serta komitmen yang disampaikan kepada masyarakat saat masa kampanye.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada kritik di media sosial, tetapi turut terlibat langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kita tidak sedang beretorika, tetapi menjadi pelaku pembangunan yang bertanggung jawab kepada rakyat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap pembangunan huntara ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....