Pemkab Teluk Bintuni Susun Master Plan Bandara Manimeri

  • 02 Apr 2026 18:51 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menggelar konsultasi publik tahap pertama dalam rangka penyusunan dokumen rencana induk (master plan) Bandara Manimeri, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinas perhubungan dihadiri berbagai pemangku kepentingan termasuk pakar berpengalaman dari Universitas Hasanudin Makasar sebagai tim penyusun Master Plan.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, hadir langsung dalam forum tersebut bersama sejumlah akademisi dan pakar di bidang penerbangan. Di antaranya Prof. Sakti Adji Ajisasmita dan Dr. Lucky Caroles, yang turut didampingi tim dari Universitas Hasanuddin untuk melakukan survei lapangan di lokasi rencana pembangunan bandara.

Konsultasi publik ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), DPRK, akademisi, praktisi, serta masyarakat. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur, khususnya dalam penyusunan dokumen rencana induk Bandara Manimeri.

Joko Lingara menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga wadah untuk menghimpun aspirasi, masukan, dan gagasan dari berbagai pihak. Menurutnya, hal ini penting agar dokumen yang dihasilkan benar-benar komprehensif, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar arah pengembangan transportasi udara di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Bandara Manimeri merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni, yaitu SERASI (Sehat, Energik, Religius, Andal, Smart, dan Inovatif). Kehadiran bandara yang representatif diyakini akan memperkuat konektivitas wilayah, membuka akses investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Teluk Bintuni memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam maupun posisi strategis di wilayah Papua Barat. Namun, tanpa dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.

Ia juga menekankan bahwa perencanaan pembangunan bandara harus dilakukan secara matang, terukur, dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, sosial, serta kebutuhan jangka panjang.

“Pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kerja bersama yang kolaboratif dengan semangat gotong royong,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, Viktor Ririhena, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana penyusunan master plan Bandara Manimeri kepada masyarakat sekaligus menghimpun saran dan aspirasi.

“Kami berharap pembangunan Bandara Manimeri dapat membuka akses dan meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi mengenai pentingnya pembangunan bandara baru sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni.

Sementara itu, ketua tim penyusun Master plan dari Universitas Hasanudin Makasar Prof. Sakti Adjisasmita menjelaskan inti dari master plan bandara udara Manimeri adalah mengimplementasi suplay dan deman baik penumpang maupun barang dan teori lokasi, serta fasilitas penunjang.

"Potensi wilayah Teluk Bintuni sangat bagus dari berbagai sisi yang berpotensi untuk peningkatan Deman dan wisata," Ujarnya.

Rencana pembangunan bandara Manimeri menggantikan pembangunan bandara stenkool dan onar yang sebelumnya berdasarkan hasil visibilty studi dianggap kurang layak untuk dikembangkan. Bandara Manimeri akan dibangun di Kawasan SP 2 dan 3 Distrik Manimeri Teluk Bintuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....