Youth Camp GBI En Kristo Siapkan Pemuda Berkarakter dan Mandiri

  • 23 Mar 2026 10:00 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) En Kristo Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Pendeta Cornelius Pattipeilohy, mengatakan kegiatan Youth Camp 2026 menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda agar memiliki masa depan yang cerah dalam iman.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 Maret 2026 tersebut, diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai denominasi gereja, yang didominasi anak-anak muda Papua.

Pendeta Cornelius menjelaskan, kegiatan ini mengusung tema “Masa Depan Cerah Bersama Kristus” dengan harapan para peserta mengalami perubahan hidup dan memiliki karakter Kristus dalam menjalani masa depan.

“Kami rindu mereka mengalami perubahan, sehingga ketika Tuhan mempercayakan tanggung jawab di masa depan, karakter Kristus sudah melekat dalam diri mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, materi yang diberikan dalam kegiatan ini difokuskan pada pembangunan hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa dan firman, serta pentingnya hidup dalam komunitas yang positif.

Peserta Youth Camp 2026 GBI En Kristo Prafi mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan rohani dan pengembangan karakter di Manokwari, Papua Barat, 22–24 Maret 2026. (Foto: rri/Elko)

Menurutnya, lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter generasi muda, sehingga peserta diarahkan untuk membangun relasi yang saling mendukung dan memberkati.

Selain pembinaan rohani, peserta juga dibekali materi pengembangan diri, termasuk kewirausahaan, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan tokoh masyarakat.

“Kami ingin mereka tidak hanya kuat secara iman, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dan menjadi pribadi yang mandiri,” katanya.

Berbagai kegiatan seperti diskusi, permainan kelompok, dan pelatihan kepemimpinan juga diberikan untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta sikap saling menghargai di tengah perbedaan.

Ia berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat kembali ke gereja masing-masing dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi generasi muda lainnya.

“Kami berharap mereka menjadi generasi yang berpengaruh, memberi dampak, dan memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....