Rukyatul Hilal Belum Tampak, Ramadan Diperkirakan Genap 30 Hari

  • 19 Mar 2026 19:53 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO. ID, Manokwari - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Papua Barat turut menghadiri undangan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat untuk melaksanakan rukyatul hilal bersama sejumlah organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Masni SP 7, Manokwari pada Kamis, 19 Maret 2026.

Ketua DPW LDII Provinsi Papua Barat, Suroto, S.Pd, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bentuk partisipasi aktif dalam penentuan awal bulan Hijriah, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menjelaskan, DPW LDII Provinsi Papua Barat secara konsisten melakukan pengamatan hilal setiap bulan sebagai bagian dari upaya mengikuti metode rukyat yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Momentum kali ini menjadi penting karena berkaitan dengan penentuan 1 Syawal 1447 H.

“Alhamdulillah hari ini kita diundang dan kita sambut dengan baik, kita juga hadir dengan peralatan yang kita miliki,” kata Suroto.

Namun demikian, hasil pemantauan hilal di lokasi tidak menunjukkan keberadaan hilal. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung, dengan langit tertutup awan tebal sehingga menghalangi proses pengamatan.

Suroto menambahkan, hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia nantinya akan dikompilasi sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Sementara itu, Teknisi DPW LDII Provinsi Papua Barat, Edi Susilo, mengapresiasi pelaksanaan rukyatul hilal yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari penentuan kalender Hijriah, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

“Untuk pengamatan hilal secara mata telanjang tidak bisa terlihat karena cuaca hari ini mendung tebal dan posisi matahari di belakang awan gelap, kemudian untuk perhitungannya sesuai dengan kriteria Menteri Agama dari Brunei Darusalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura ketinggian hilal adalah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” jelas Edi.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan sementara, ketinggian hilal telah mencapai 3 derajat, namun elongasinya masih berada di kisaran 6,1 derajat sehingga belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Oleh karena itu, hilal tidak dapat dipastikan terlihat.

Dengan kondisi tersebut, bulan Ramadan diperkirakan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Meski demikian, Edi Susilo mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Menteri Agama Republik Indonesia serta terus melaksanakan ibadah puasa hingga ada penetapan yang sah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....