Pemprov Papua Barat Jamin Stok Bapok Aman jelang Idulfitri 2026

  • 17 Mar 2026 15:30 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat memastikan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) serta stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Meski terdapat fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, kondisi pasar secara umum dinilai masih dalam batas normal. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, Bondan Santoso pada Minggu, 15 Maret 2026.

Kepada sejumlah awak media ia mengatakan ketahanan pangan di wilayah Papua Barat saat ini, masih berada dalam kondisi yang cukup kuat.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah ketersediaan beras. Berdasarkan data terbaru, stok beras di gudang Perum Bulog masih dalam kondisi aman.

Saat ini tercatat sekitar 500 ton beras tersedia di pelabuhan dan siap didistribusikan ke masyarakat. Selain itu, terdapat tambahan pasokan sekitar 100 ton beras yang sedang dalam perjalanan menuju Papua Barat.

Di sisi lain, beras premium dari berbagai merek yang beredar di pasaran juga dilaporkan masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Terkait perkembangan harga, Bondan menyebut fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri maupun Natal dan Tahun Baru merupakan fenomena tahunan yang wajar.

“Pergerakan harga menjelang hari besar keagamaan memang selalu terjadi setiap tahun. Namun untuk Papua Barat, kenaikan yang terjadi masih dalam kategori normal dan masih dapat dikendalikan,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas cabai dan sejumlah sayuran. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan yang cukup tinggi sehingga berdampak pada hasil panen petani.

Selain itu, meningkatnya permintaan harian juga turut memengaruhi harga, terutama untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan pasokan bumbu dan sayuran setiap hari.

Sementara itu, untuk komoditas telur ayam, pemerintah memastikan pasokan tetap terjaga. Hal ini didukung oleh meningkatnya produksi dari peternak lokal serta distribusi yang lancar dari daerah lain.

“Peredaran telur saat ini sangat banyak sehingga kebutuhan masyarakat hingga hari raya nanti dipastikan terpenuhi,” tambah Bondan.

Ia menyebutkan harga telur lokal di Papua Barat saat ini berada pada kisaran Rp75.000 hingga Rp76.000 per rak. Menjelang Idulfitri, harga diperkirakan dapat meningkat hingga Rp80.000 sampai Rp90.000. Adapun telur yang didatangkan dari luar daerah cenderung memiliki harga yang lebih stabil di pasaran. Bondan menegaskan bahwa dinamika harga yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi faktor domestik dan siklus permintaan menjelang hari raya, bukan karena dampak kondisi ekonomi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....