Anggota Komisi IX DPR RI Sidak Pelaksanaan MBG di Papua Barat
- 12 Mar 2026 06:19 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Ayok, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan tepat sasaran pada Rabu, 3 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, Obet menegaskan sidak dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan langsung terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, pengawasan penting dilakukan menyusul berbagai laporan di media terkait kualitas makanan yang dikeluhkan.
“Kita sidak ke sekolah supaya masyarakat dan bapak ibu guru melihat bahwa betul-betul kita sangat peduli dan perhatikan pelaksanaan MBG ini. Selama ini kita dengar lewat media ada komentar makanan anak-anak beracun, perut sakit, muntah-muntah, bahkan sampai berjamur. Ini yang mau kita perketat,” ujar Obet.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya menyasar pihak sekolah, tetapi juga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan. Menurutnya, soliditas antara penyedia dapur dan pihak sekolah sangat penting agar program berjalan optimal.
“Kita perketat supaya baik pihak dapur SPPG maupun sekolah, bapak ibu guru yang menerima bantuan ini, betul-betul kita solid dan kita jaga bersama. Memang sebagai manusia bisa saja lalai, tapi melalui kunjungan seperti ini paling tidak ada perhatian. Ke depan kita juga akan lakukan pendekatan dengan guru-guru untuk dapat informasi, termasuk bertemu mitra yang mengelola dapur,” katanya.
Dalam sidak tersebut, Obet mengakui masih ditemukan makanan yang kurang sesuai dengan kondisi dan kebiasaan anak-anak di Papua. Ia mencontohkan temuan di Wasior, di mana buah kurma diberikan kepada siswa namun tidak diminati.
“Contoh di Wasior, bukan tidak bagus, tapi ada yang tidak sesuai. Anak-anak dikasih buah kurma, mereka tidak tahu makan itu, akhirnya dialihkan ke temannya. Jadi harus disesuaikan dengan kondisi Papua, orang Papua itu suka makan apa. Kalau dikasih kurma, mereka pikir ini barang apa, makanya tidak sedap,” jelasnya.
Obet berharap evaluasi terus dilakukan agar menu MBG lebih memperhatikan kearifan lokal dan selera anak-anak, tanpa mengurangi nilai gizi yang menjadi tujuan utama program tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....