Pembekalan MC Perkuat Harmoni Pesparawi Nasional XIV Papua Barat
- 02 Mar 2026 20:46 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Panitia Pesparawi Nasional XIV menggelar pembekalan bagi Master of Ceremony (MC) sebagai bagian dari persiapan menyukseskan ajang rohani tingkat nasional tersebut. Kegiatan berlangsung di Manokwari, Senin 2 Maret 2026.
Koordinator Seksi Acara Pesparawi Nasional XIV 2026, Pdt. Dr. Anthoneta Ayatanoi, M.Si.Teol, dalam laporannya menegaskan bahwa MC memiliki peran strategis dalam kelancaran kegiatan.
“Master of Ceremony tidak hanya memandu jalannya acara, tetapi juga menciptakan suasana tertib, komunikatif, dan menarik. Karena itu diperlukan pembekalan khusus untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan teknik vokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada Pesparawi kali ini panitia memprioritaskan pelibatan MC lokal Papua Barat. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah agar mampu tampil profesional dalam event nasional.
“Untuk kali ini kita tidak menggunakan MC dari luar. Kita melibatkan MC lokal agar kemampuan mereka semakin terasah dan siap tampil di panggung nasional,” jelasnya.
Menurut Pdt. Anthoneta, pembekalan mencakup pemahaman teknik dasar dan lanjutan menjadi MC, peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, serta pemahaman protokol dan dinamika acara Pesparawi.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pesparawi Nasional XIV 2026, Ali Baham Temongmere, menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara gerejawi, melainkan momentum rohani dan kebangsaan.
“Pesparawi adalah perhelatan rohani Kristiani dalam bidang seni suara gerejawi. Ini bukan hanya kompetisi, tetapi pembinaan iman, pengembangan bakat, serta sarana mempererat persaudaraan dalam keberagaman bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, harmoni dalam Pesparawi mencerminkan persatuan di tengah perbedaan, sebagaimana filosofi maskot anak kasuari sebagai konduktor yang menggambarkan keceriaan dan kebersamaan.
“Harmoni itu indah karena berbagai suara disatukan menjadi satu lagu yang merdu. Semangat itu yang harus kita hadirkan di Papua Barat sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Ali Baham juga menekankan pentingnya peran MC dalam menjaga kekhidmatan, kesantunan, serta ketertiban acara.
“MC adalah pengarah suasana dan penjaga ritme kegiatan. Bahasa yang digunakan harus baik, santun, tidak menyinggung, serta mencerminkan nilai-nilai Kristiani dan nasionalisme,” tegasnya.
Ia berharap seluruh MC memahami visi dan misi Pesparawi serta mampu menghadirkan suasana “datang senang, pulang senang” bagi seluruh kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
Pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Helen Frida Dewi yang membawakan materi karakteristik acara Pesparawi, Hesty Kere selaku Produser TVRI Papua dengan materi teknik public speaking, serta Irsa Yoku, MC profesional Papua yang memandu sesi simulasi penyusunan naskah dan praktik tampil.
Panitia berharap melalui pembekalan ini, para MC lokal mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan menghadirkan pelayanan terbaik demi suksesnya Pesparawi Nasional XIV 2026 di Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....