LLDIKTI XIV Dorong Mutu Perguruan Tinggi di Tanah Papua

  • 21 Feb 2026 20:04 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Keberadaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV di Tanah Papua terus menunjukkan peran strategis dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi di wilayah Papua. Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil. (Oxon) pada podcast bersama rri Manokwari, menjelaskan bahwa kantor LLDIKTI Wilayah XIV berkedudukan di Kabupaten Biak Numfor dan menjadi satu-satunya LLDIKTI di Indonesia yang berkantor di tingkat kabupaten, sementara LLDIKTI lainnya berada di ibu kota provinsi.

Menurut Suriel, sejak masa Kopertis XIV hingga bertransformasi menjadi LLDIKTI Wilayah XIV, telah banyak kemajuan signifikan dalam pelaksanaan tugas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Perkembangan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah perguruan tinggi swasta di Tanah Papua, baik perguruan tinggi baru maupun perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut atau universitas yang disertai peningkatan kualitas kelembagaan.

Ia memaparkan, pada tahun 2017 jumlah dosen di seluruh Papua hampir mencapai 2.000 orang dengan total 65 perguruan tinggi swasta. Namun saat itu, dosen yang memiliki jabatan fungsional dan berhak mengajar serta membimbing mahasiswa baru sekitar 300 orang, sementara dosen bersertifikasi profesional hanya 88 orang.

Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan. Tahun lalu, jumlah dosen yang memiliki jabatan fungsional meningkat menjadi 1.699 orang, sedangkan dosen bersertifikasi mencapai 724 orang. Selain itu, perguruan tinggi swasta di Tanah Papua juga telah memiliki guru besar, yakni di bidang hukum pada tahun lalu dan bidang sains serta teknologi pada tahun ini. Jumlah lektor kepala pun meningkat dari hanya 9 orang pada 2017 menjadi 80 orang saat ini.

“Ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Saya sebagai kepala LLDIKTI Wilayah 14 menganggarkan menganggarkan 70 persen dari anggaran untuk pembinaan dosen. Karena dosenlah kunci dari maju mundurnya sebuah perguruan tinggi,” kata Suriel.

Saat ini terdapat 129 perguruan tinggi di Tanah Papua yang terdiri dari 5 perguruan tinggi negeri, 77 perguruan tinggi swasta, serta 45 perguruan tinggi kementerian lain. Namun, LLDIKTI Wilayah XIV baru saja mencabut izin operasional empat perguruan tinggi yang sudah tidak aktif, sehingga total kini menjadi 125 perguruan tinggi dengan 704 program studi yang tersebar di seluruh provinsi di Tanah Papua.

Dari sisi mutu, akreditasi program studi dinilai cukup baik. Perguruan tinggi negeri dan swasta masing-masing telah mencapai sekitar 90 persen akreditasi, sementara perguruan tinggi kementerian lain mencapai 73 persen. Untuk program studi unggul, terdapat 11 di perguruan tinggi negeri dan 6 di perguruan tinggi swasta. Dalam kurun tujuh tahun terakhir, sejak 2017 hingga 2024, perguruan tinggi negeri di Papua telah meluluskan lebih dari 45.000 mahasiswa, sedangkan perguruan tinggi swasta meluluskan lebih dari 47.000 mahasiswa.

Suriel juga berpesan kepada mahasiswa dan generasi muda Papua agar memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak terjebak dalam pola pikir yang membatasi. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar, tetapi proses membangun karakter, kemandirian, serta kemampuan menjadi agen perubahan. Menurutnya, 125 perguruan tinggi di Tanah Papua merupakan ladang pembinaan generasi emas yang diharapkan mampu menciptakan perubahan dan membawa masa depan Papua menuju arah yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....