Disdik Papua Barat Susun SOP Papua Cerdas, Targetkan Pembayaran SPP Agustus 2026

  • 20 Feb 2026 15:02 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat mulai menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Program Papua Cerdas guna mempercepat serta menata mekanisme penyaluran beasiswa bagi mahasiswa penerima. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kepada sejumlah awak media ia mengatakan bahwa penyusunan SOP, diawali dengan penyiapan email dan website sebagai pusat informasi sekaligus media pengiriman data mahasiswa. Ia menjelaskan, pihaknya telah menyusun time schedule yang mencakup beberapa tahapan utama, mulai dari pengiriman surat pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa, penerimaan dokumen, hingga proses verifikasi oleh staf.

Menurutnya, mahasiswa yang dokumennya dinyatakan lengkap akan langsung diproses ke tahap berikutnya. Sementara itu, bagi yang belum lengkap, nama-nama akan diumumkan kembali melalui website dan email agar segera melakukan pelengkapan dalam batas waktu yang ditentukan.

“Berdasarkan hasil rapat kemarin, penyusunan SOP kita mulai dari penyiapan email dan website sebagai pusat informasi dan pengiriman dokumen mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Barnabas menargetkan proses pembayaran SPP penerima beasiswa Papua Cerdas dapat diproses paling lambat Agustus 2026, sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

Ia juga menyampaikan bahwa besaran beasiswa tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, namun terdapat penyesuaian pada syarat akademik, yakni kenaikan batas minimum IPK dari 2,50 menjadi 2,75.

Untuk jumlah penerima, kuota tetap mengacu pada tahun lalu, sekitar 4.000 mahasiswa. Namun, alokasi anggaran meningkat signifikan dari sekitar Rp50 miliar menjadi hampir Rp100 miliar tahun ini.

“Anggaran tersebut juga sudah mencakup program beasiswa luar negeri, sehingga diharapkan Program Papua Cerdas dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua Barat,”tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....