Dorong Ekonomi Lokal, Pemprov Papua Barat Bagikan Booth Kontainer
- 20 Feb 2026 13:01 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat melaksanakan program hilirisasi produk UMKM di tingkat kampung, khususnya di wilayah pesisir utara Manokwari atau Distrik Manokwari Utara pada Jumat, 20 Februari 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan standarisasi usaha, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat distrik guna memperkuat struktur ekonomi makro daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, Bondan Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat hilirisasi produk UMKM, khususnya bagi Mama-mama Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Pantura.
“Program ini kami rancang untuk menjawab tantangan hilirisasi produk UMKM di kampung-kampung. Mama-mama OAP tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi sudah mampu mengolah dan mengemas produknya secara lebih modern dan berstandar,” ujarnya.
Sebanyak 25 Mama-mama Asli Papua yang tersebar di tujuh kampung, yakni Kampung Meiyes, Mubreidiba, Sobeba, Yongduar, Mandopi, Sairo, dan Inouas menjadi penerima manfaat program tersebut. Setiap penerima memperoleh satu paket bantuan hibah yang terdiri dari satu unit container booth sebagai gerai usaha portabel, satu unit blender kapasitas satu liter untuk produksi, serta satu unit sealer kemasan guna meningkatkan standar pengemasan produk. Menurut Bondan, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus ekonomi baru di tingkat kampung.
“Kami berharap peralatan ini menjadi alat ungkit kebangkitan ekonomi kerakyatan di Distrik Pantura. Ketika usaha kecil tumbuh dan terstandarisasi, maka dampaknya akan terasa pada penguatan ekonomi daerah secara keseluruhan,” katanya.
Dalam mendukung kebijakan Otonomi Khusus (Otsus), proses pengadaan dan fabrikasi unit container booth dilakukan melalui kemitraan dengan kontraktor Orang Asli Papua yang tergabung dalam Asosiasi PALKOAP.
Langkah ini diambil agar serapan anggaran daerah tidak hanya menghadirkan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pengusaha lokal di Papua Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....