Setahun Dominggus Lakotani, Asa Tumbuh dari UMKM hingga Bangku Kuliah
- 20 Feb 2026 07:59 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Pagi di salah satu sudut Kota Manokwari, aroma kue rumahan menyeruak dari dapur sederhana milik Ibu Lince. Perempuan paruh baya itu kini tersenyum lebih lebar. Tepat 20 Februari 2026, satu tahun kepemimpinan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bersama Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, ia merasa hidupnya ikut bergerak maju.
Kepada RRI pada 20 Februari 2026, Lince mengungkapkan, bahwa program “Papua Produktif” bukan sekadar slogan. Program itu menjadi jalan baginya mengembangkan usaha mikro yang selama ini dijalankan dengan modal terbatas.
“Dulu saya jualan hanya sesuai kemampuan, kadang produksi sedikit karena takut tidak laku. Setelah ikut Papua Produktif, saya dibina dan diberi kesempatan mengembangkan usaha. Sekarang pesanan makin banyak,” tutur Lince dengan mata berbinar.
Ia mengaku, pendampingan dan dukungan yang diberikan membuatnya lebih percaya diri dalam mengelola usaha. Dari pengemasan hingga pemasaran, ia mulai memahami pentingnya kualitas dan konsistensi.
“Banyak perubahan yang saya rasakan. Pendapatan juga lebih stabil. Saya bersyukur karena pemerintah benar-benar memperhatikan kami pelaku UMKM kecil,” ujarnya.
Harapan serupa tumbuh di kalangan generasi muda. Frederik, mahasiswa asal Manokwari, merasakan dampak program “Papua Cerdas” yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan. Di sela aktivitas kuliahnya, Frederik mengungkapkan bahwa bantuan pendidikan yang ia terima menjadi penyemangat untuk terus berprestasi.
“Papua Cerdas sangat membantu kami mahasiswa. Beban biaya pendidikan jadi lebih ringan, sehingga saya bisa fokus belajar dan mengejar cita-cita,” kata Frederik.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan akan membawa perubahan besar bagi masa depan Papua Barat.
“Saya berharap program ini terus berlanjut, supaya semakin banyak anak Papua yang bisa kuliah dan kembali membangun daerahnya,” tambahnya.
Satu tahun mungkin belum cukup untuk menjawab seluruh tantangan pembangunan. Namun bagi Lince dan Frederik, langkah kecil yang dimulai hari ini telah menumbuhkan harapan baru, bahwa pembangunan tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga terasa di dapur rumah warga dan di ruang-ruang kelas tempat generasi muda menata masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....