Dasawisma Bakaro Kembangkan Pekarangan Jadi Sumber Pangan
- 17 Feb 2026 19:47 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Kelompok Dasawisma Mekar Indah di Kampung Bakaro terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Kegiatan ini bermula dari kesempatan yang diberikan kampung melalui program bersama Bank Indonesia, di mana kelompok tersebut dipercaya melakukan penanaman lebih dari 150 pohon cabai. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dasawisma Kampung Bakaro, Paulina Maniagasi, dalam podcast bersama RRI Manokwari.
Paulina menjelaskan bahwa setelah penanaman cabai, kelompoknya tidak berhenti dan terus mengembangkan berbagai tanaman lain yang dapat ditanam di pekarangan, seperti keladi, singkong, serta beragam sayuran untuk kebutuhan rumah tangga.
“Untuk mempertahankan ini saya coba untuk membuat kegiatan dalam penananman cabai rawit, sayur-sayuran, dan makanan lokal yang ada dengan menentukan hari hari kerja yaitu hari kamis atau jumat. Jadi kegiatan ini sebagai gotong royong dan juga untuk menjaga, mengawasi serta merawat semua tanaman yang ada,” kata Paulina.
Dari lima anggota Dasawisma, mereka kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kecil yang tersebar agar masing-masing memiliki tanggung jawab dalam merawat, memelihara, dan menjaga tanaman. Hasil panen selanjutnya dikembalikan ke kas Dasawisma untuk terus dikembangkan, sehingga kegiatan kelompok dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.
Sementara itu, salah satu anggota Dasawisma, Olivia Mandacan turut berkontribusi melalui pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam, seperti jerigen, karung, dan plastik deterjen yang sudah tidak terpakai lalu diisi tanah. Selain itu, kelompok juga memanfaatkan potensi hasil laut dan kekayaan alam sekitar yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi untuk membantu menambah pendapatan keluarga.
“Jadi memang yang dari pinggir pantai ada kerang, pasir, dan kekayaan alam lainnya kita olah. Namun kami mengalami kesulitan alat untuk pembuatan anting, kemudian untuk cara pemasaran produk yang sampai saat ini belum terpenuhi,” kata Olivia.
Olivia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada komunitas yang memiliki karya dan potensi usaha, agar produk yang dihasilkan tidak hanya tersimpan di rumah, tetapi dapat dipasarkan dan membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga. Upaya Dasawisma Kampung Bakaro ini diharapkan terus berkembang sebagai contoh pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....