Bangun Generasi 2045 dari Perempuan Berkualitas
- 14 Feb 2026 00:25 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Tenaga Ahli Gender Puspaga DP3A Provinsi Papua Barat, Yuliana Numberi, S.S., M.Si., menegaskan pentingnya peran perempuan cerdas dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Dalam podcast bersama RRI, Jumat 13 Februari 2026, Yuliana menjelaskan bahwa perempuan cerdas tidak hanya diukur dari tingkat pengetahuan semata, tetapi dari kemampuan menyeluruh yang mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial.
Menurutnya, kecerdasan intelektual atau IQ memang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan kognitif. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan sosial. Ia menekankan bahwa kemampuan mengelola emosi, berinteraksi, serta berkomunikasi dengan baik merupakan faktor penting dalam membentuk kualitas diri seorang perempuan maupun generasi penerus.
Yuliana menjelaskan, anak perempuan yang cerdas harus mampu mengendalikan emosi, membangun karakter yang kuat, serta memiliki hubungan sosial yang sehat. Ia menilai, kecerdasan intelektual yang tinggi tidak akan maksimal apabila tidak diimbangi dengan karakter yang baik, kemampuan mengendalikan diri, serta keterampilan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, ia mengatakan perempuan cerdas harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah. Selain itu, perempuan juga perlu memiliki kesabaran, mengenali kelebihan dan kekurangan diri, mampu beradaptasi, fleksibel, serta memiliki keterampilan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain demi kemajuan bersama.
“Dalam pandangan psikolog, ada tujuh karakter yang harus dimiliki perempuan cerdas, yaitu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tekad yang kuat, mampu menyesuaikan diri, memiliki kerendahan hati, terbuka menerima masukan, mampu mengendalikan emosi, serta mampu menghargai waktu, termasuk saat berada dalam kesendirian,” kata Yuliana.
Sementara itu, Pegiat Literasi sekaligus Pemilik Rumah Baca Manokwari, Yudith Yewun, mengatakan bahwa literasi memiliki peran besar dalam membentuk perempuan yang berkualitas. Ia menilai pentingnya menumbuhkan kesadaran literasi baik pada individu maupun komunitas, terutama di tengah kecenderungan generasi saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget.
“Peran literasi dalam setiap perempuan itu sangat penting. Perempuan yang berumah tangga harus memiliki kecakapan dalam literasi. Karena kita tahu bahwa perempuan itu adalah penggerak utama dalam bidang pendidikan. Bagaimana mereka akan mencetak generasi penerus,” jelas Yudith
Yudith menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan minat baca di masyarakat, khususnya di kalangan perempuan, di tengah tantangan perkembangan teknologi dan penggunaan gadget. Meski demikian, ia menilai teknologi juga memiliki dampak positif apabila dimanfaatkan dengan bijak, seperti mengakses informasi dan menambah wawasan. Oleh karena itu, pegiat literasi turut memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengembangkan budaya literasi dan mendukung terwujudnya generasi emas di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....