PWI Papua Barat Hadiri Puncak HPN Ke-80

  • 10 Feb 2026 08:47 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi Banten menyambut hangat kedatangan insan pers dari seluruh pelosok Indonesia dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang berlangsung pada 7–9 Februari 2026. Berbagai rangkaian kegiatan digelar untuk memeriahkan agenda tahunan insan pers tersebut.

Acara puncak HPN ke-80 digelar di halaman Masjid Al Bantani, kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), dan dihadiri ribuan tamu undangan. Sejumlah perwakilan organisasi wartawan dari seluruh Indonesia turut hadir meramaikan kegiatan tersebut, termasuk rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat.

Perwakilan PWI Papua Barat mengikuti sejumlah agenda penting, di antaranya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SIWO yang diikuti Ketua dan Sekretaris SIWO Papua Barat, Adrian Kairupan dan Wahyu Hendrawan. Selain itu, Ketua PWI Papua Barat Bustam juga mengikuti Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI yang digelar di Hotel Aston.

Ketua dan Anggota PWI Teluk Bintuni Foto Bersama Ketua PWI Pusat Akhmad Munir (Foto: RRI/Dina)

Rombongan PWI Papua Barat juga turut ambil bagian dalam kegiatan jalan sehat bersama Gubernur Banten Andra Soni dan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir di kawasan KP3B, serta menghadiri acara puncak HPN ke-80.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menegaskan bahwa pembahasan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI dalam Konkernas menjadi hal paling penting pada peringatan HPN tahun ini. Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama bagi kepengurusan PWI di daerah.

“PD/PRT ini sangat penting, terutama bagi PWI daerah yang akan melaksanakan konferensi daerah, agar organisasi berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

PWI Papua Barat Menyempatkan Foto Bersama Kepala Inspektur Banten di Kantor Inspektorat Banten yang berada di Kawasan KP3B (Foto: RRI/Dina)

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dalam sambutannya pada acara puncak HPN menyampaikan bahwa tema HPN ke-80 adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema ini menegaskan pentingnya pers yang profesional, independen, berintegritas, serta berkelanjutan secara ekonomi.

Menurut Munir, tanpa ekosistem media yang sehat, sulit mengharapkan kualitas demokrasi dan pembangunan yang kokoh. Ia juga menyoroti tantangan pers ke depan yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, banjir informasi tak terverifikasi, kecerdasan buatan, polarisasi sosial, hingga tekanan ekonomi terhadap industri media.

“Model bisnis media terus berubah, sementara tuntutan publik terhadap kecepatan dan akurasi semakin tinggi,” kata Munir.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Munir menekankan tiga langkah strategis, yakni penguatan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan sertifikasi berkelanjutan, konsolidasi serta transformasi bisnis media tanpa mengorbankan independensi, dan kolaborasi antara media, masyarakat, dan pemerintah guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat serta melawan hoaks dan disinformasi.

“Pers akan terus mengawal pemerintahan siapa pun agar berhasil, karena kami percaya keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan rakyat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....