TWA Gunung Meja Simpan Potensi Wisata Edukatif

  • 08 Feb 2026 09:37 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata edukatif di tengah Kota Manokwari. Kawasan ini memiliki potensi birdwatching, wisata gua alam, hingga camping, meski masih membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung.

Kepala Resort TWA Gunung Meja yang ditugaskan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, Wartho Sapan, saat diwawancara rri.co.id Sabtu, 7 Februari 2026 mengatakan, salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah aktivitas birding, terutama pengamatan burung endemik Papua seperti kakatua.

“Salah satu potensi unggulan di sini adalah birding, selain itu juga ada gua alam. Untuk camping sebenarnya ada potensi, hanya saja fasilitasnya belum siap,” ujar Wartho saat ditemui di kawasan TWA Gunung Meja.

Ia menjelaskan, tarif masuk kawasan TWA Gunung Meja masih terjangkau bagi masyarakat lokal. Untuk wisatawan domestik pada hari kerja dikenakan biaya sekitar Rp10.000 ditambah asuransi Rp1.000. Sementara pada akhir pekan atau hari libur, tarif meningkat menjadi sekitar Rp15.000 termasuk asuransi.

Sedangkan bagi wisatawan mancanegara, tarif masuk mencapai Rp100.000 pada hari biasa dan dapat meningkat hingga Rp150.000 saat hari libur.

Selain wisata alam, TWA Gunung Meja juga menjadi lokasi pelepasliaran satwa hasil sitaan, baik dari pelabuhan, bandara, maupun peredaran ilegal di dalam kota. Satwa-satwa tersebut terlebih dahulu menjalani proses rehabilitasi dan habituasi sebelum dilepas kembali ke habitat alaminya.

“Satwa yang kami rilis berasal dari hasil sitaan. Setelah direhabilitasi dan dinyatakan layak, baru dilepasliarkan sesuai habitatnya, baik di dataran rendah maupun ketinggian,” jelasnya.

Dalam pengelolaan kawasan, Balai Besar KSDA Papua Barat Daya juga berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, termasuk dukungan anggaran untuk infrastruktur seperti paving block di area tertentu.

Namun demikian, Wartho menegaskan tantangan terbesar pengelolaan TWA Gunung Meja adalah kebersihan dan ancaman kerusakan lingkungan, mengingat kawasan hutan ini berada tepat di tengah kota.

“Gunung Meja ini benteng hidrologi Kota Manokwari. Sumber air dan rumah satwa endemik Papua ada di sini. Kami mohon masyarakat bersama-sama menjaga kawasan ini,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terus tumbuh agar TWA Gunung Meja tetap lestari sebagai paru-paru kota sekaligus ruang edukasi lingkungan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....