Menjaga Warisan Sejarah di Pulau Mansinam
- 07 Feb 2026 07:29 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Situs bersejarah Pekabaran Injil di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus menjadi pusat perhatian masyarakat dan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Pulau ini memiliki nilai historis tinggi karena menjadi tempat pertama masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 1855, yang dibawa oleh dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa bersejarah tersebut, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan Pulau Mansinam sebagai situs bersejarah nasional. Peresmian kawasan Pekabaran Injil Pulau Mansinam dilakukan langsung oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 24 Agustus 2014. Sejak saat itu, Pulau Mansinam semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai pusat sejarah Kekristenan di Papua, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi unggulan di wilayah timur Indonesia.
Di kawasan situs Pekabaran Injil Pulau Mansinam, terdapat sejumlah ikon penting yang menjadi daya tarik utama pengunjung, di antaranya Patung Yesus Kristus Raja, tugu peringatan masuknya Injil, serta museum sejarah Pekabaran Injil yang menyimpan berbagai dokumentasi dan artefak perjalanan penyebaran Injil di Tanah Papua. Keberadaan fasilitas tersebut memperkuat peran Pulau Mansinam sebagai ruang refleksi iman sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Setiap tahun, Pulau Mansinam juga menjadi pusat pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil di Tanah Papua, yang diperingati setiap tanggal 5 Februari. Ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi dan daerah datang untuk mengikuti ibadah syukur, ziarah rohani, serta berbagai kegiatan keagamaan dan budaya yang berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita.
Salah seorang pengunjung asal Toraja, Serli Turinni, mengaku bangga dapat mengunjungi situs bersejarah tersebut. Menurutnya, Pulau Mansinam memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, tidak hanya bagi masyarakat Papua, tetapi juga bagi umat Kristen di seluruh Indonesia.
“Saya sangat bangga dan terharu melihat situs bersejarah seperti ini ada di Manokwari. Pulau Mansinam bukan hanya tempat wisata, tetapi juga saksi iman yang luar biasa. Ini mengingatkan kita bagaimana Injil pertama kali masuk dan membawa perubahan besar bagi Tanah Papua,” ujar Serli saat ditemui RRI di kawasan situs Pekabaran Injil Pulau Mansinam pada Kamis 05 Februari 2026.
Ia berharap situs bersejarah ini terus dijaga dan dilestarikan, serta mendapat perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat agar nilai sejarah dan spiritualnya tetap terawat bagi generasi mendatang.
Dengan nilai sejarah, religi, dan budaya yang kuat, Pulau Mansinam kini tidak hanya menjadi simbol masuknya Injil di Tanah Papua, tetapi juga menjadi ruang pemersatu, refleksi iman, serta destinasi wisata religi yang membanggakan Papua Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....