Sejarah Singkat Masuknya Injil Tanah Papua
- 07 Feb 2026 06:45 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari — Pekabaran Injil di Tanah Papua memiliki sejarah panjang yang berawal dari Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 5 Februari 1855, ketika dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, pertama kali menginjakkan kaki dan memberitakan Injil kepada masyarakat Papua.
Pulau Mansinam kemudian dikenal sebagai titik awal masuknya Injil di Tanah Papua, yang membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat setempat. Injil tidak hanya hadir sebagai ajaran iman Kristen, tetapi juga menjadi dasar berkembangnya pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembentukan nilai-nilai kemanusiaan di Papua.
Dalam perjalanannya, pekabaran Injil dari Pulau Mansinam menyebar ke berbagai wilayah di Tanah Papua, mulai dari pesisir hingga pedalaman. Proses ini turut melahirkan gereja-gereja lokal serta memperkuat peran gereja dalam pembangunan sumber daya manusia Papua.
Setiap tahun, tanggal 5 Februari diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) di Tanah Papua. Peringatan ini dipusatkan di Pulau Mansinam dan diikuti oleh ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari ibadah syukur, ziarah rohani, pawai budaya, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Pulau Mansinam kini tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tetapi juga simbol persatuan dan refleksi iman bagi masyarakat Papua. Nilai-nilai Injil yang dibawa oleh Ottow dan Geissler terus dihidupi sebagai dasar membangun Tanah Papua yang damai, bermartabat, dan sejahtera.
Peringatan HUT Pekabaran Injil menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para misionaris serta memperkuat komitmen gereja dan masyarakat dalam menjaga warisan iman, budaya, dan persaudaraan di Tanah Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....