Program Beras Satu Harga Segera Berlaku di Manokwari

  • 06 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI telah merencanakan penerapan Program Beras Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bulog Manokwari, Sheika pada Senin 02 Februari 2026.

Ia mengatakan melalui program tersebut, harga beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram direncanakan turun menjadi Rp11.000 per kilogram, sehingga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan pokok.

Namun demikian, hingga Januari 2026, Bulog Cabang Manokwari masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terbaru dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program tersebut, pihaknya masih menjalankan penugasan berdasarkan juknis tahun 2025.

“Per Januari 2026, harga yang berlaku masih mengikuti aturan lama. Harga eceran tertinggi beras kemasan 5 kilogram masih berada di angka Rp67.500, atau setara Rp13.500 per kilogram,” ujarnya.

Ia menambahkan, penugasan Bulog berdasarkan juknis lama tersebut berlaku hingga 31 Januari 2026, sembari menunggu regulasi baru yang akan menjadi dasar penerapan Program Beras Satu Harga di tahun 2026.

Selain beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Bulog Manokwari juga memastikan bahwa stok beras reguler dan Minyakita dalam kondisi aman dan mencukupi, khususnya dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan.

“Untuk menjaga ketersediaan, kami juga sudah melakukan pemesanan tambahan agar pasokan tetap terjaga di pasar, ritel, maupun kios-kios mitra,” pungkasnya.

Dengan kesiapan stok tersebut, Bulog berharap stabilitas harga dan pasokan pangan di wilayah Manokwari dan sekitarnya tetap terjaga sambil menunggu implementasi penuh Program Beras Satu Harga dari pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....