PMI Pabar Jelaskan Penyesuaian BPPD Menjadi Rp490 Ribu
- 29 Jan 2026 16:13 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat resmi menyesuaikan Biaya Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD) per kantong darah dari sebelumnya Rp360.000 menjadi Rp490.000. Kebijakan ini diterapkan secara nasional di seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI. Hal ini di katakan oleh Kepala Bidang Organisasi dan SDM PMI Papua Barat, Melkianus Wanggober, Jumat 23 Januari 2026.
Kepada RRI ia menegaskan, bahwa BPPD bukan harga darah, melainkan biaya pengganti atas seluruh proses pengelolaan darah yang kompleks dan berstandar medis. Proses tersebut mencakup uji saring penyakit menular seperti HIV/AIDS, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan malaria, penyimpanan darah sesuai standar, penggunaan peralatan medis, hingga pembiayaan operasional dan gaji tenaga kesehatan.
“Yang perlu dipahami masyarakat, darah tidak pernah diperjualbelikan. Donor darah tetap gratis dan sukarela. BPPD adalah biaya untuk memastikan darah yang diterima pasien aman, bermutu, dan sesuai standar nasional,” ujarnya.
Selain itu menurut Melkianus, penyesuaian BPPD ini dilakukan berdasarkan regulasi Kementerian Kesehatan serta keputusan Pengurus Pusat PMI, seiring meningkatnya kebutuhan layanan transfusi darah dan perkembangan teknologi medis.
“Biaya operasional UDD terus meningkat, mulai dari reagen uji saring, pemeliharaan alat, hingga sistem penyimpanan darah. Penyesuaian ini diperlukan agar layanan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
PMI juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan untuk mencari keuntungan, melainkan untuk menutup kebutuhan investasi dan operasional, serta memperkuat kapasitas pelayanan UDD PMI di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tantangan geografis tinggi seperti Manokwari.
“Kami ingin memastikan setiap kantong darah yang diberikan kepada pasien benar-benar aman. Keselamatan pasien adalah prioritas utama PMI,” tambahnya.
PMI mengimbau masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara rutin, karena kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien dan layanan kesehatan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....