Stok Menipis, Harga Ayam di Pasar Wosi Meningkat
- 28 Jan 2026 14:42 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Harga ayam di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, mengalami kenaikan signifikan akibat terbatasnya pasokan ayam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu pedagang ayam, Desi, mengungkapkan harga ayam berukuran kecil kini dijual antara Rp70.000 hingga Rp90.000 per ekor. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama sejak terjadinya krisis pasokan ayam.
“Harga ayam kecil sekarang sudah naik, kisaran Rp70.000 sampai Rp90.000 per ekor. Ini sudah lama terjadi sejak krisis ayam,” ujar Desi saat ditemui di Pasar Wosi, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak hanya dialami ayam beku, tetapi juga ayam segar. Panjangnya jalur distribusi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya harga di tingkat pedagang.
“Ayam segar itu sulit karena harus lewat pesawat dari Makassar ke Sorong, kemudian dilanjutkan dengan mobil ke Manokwari. Itu yang membuat harga naik,” jelasnya.
Menjelang bulan puasa hingga Idulfitri, Desi mengaku belum dapat memastikan kondisi ketersediaan stok ayam di pasar. Meski demikian, ia menyebut pasokan masih tetap ada meskipun terbatas.
“Kalau dibilang aman atau tidak, sulit. Tapi Puji Tuhan stok tetap ada,” katanya.
Ia juga menyebutkan jumlah ayam potong yang diperoleh saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 pedagang dapat memperoleh 50 ekor ayam dengan cepat, kini jumlah tersebut baru bisa didapatkan setelah menunggu hingga tiga hari.
“Sekarang 50 ekor saja bisa tiga hari baru dapat. Ayam hidup kami ambil lalu dipotong sendiri,” tuturnya.
Saat ini, Desi mengaku mengambil sekitar 80 ekor ayam. Namun, kondisi pasar yang cenderung sepi membuat penjualan berjalan lambat dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah empat hari ini pembeli sepi. Harapan saya ke depan bisa lebih ramai karena sekarang kondisinya kasihan sekali,” ucapnya.
Para pedagang berharap pasokan ayam dapat kembali normal sehingga harga di pasar lebih stabil dan tidak terus membebani masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....