Ziarah Makam jelang Idulfitri, Tradisi Doa dan Rindu yang Terjaga
- 30 Mar 2026 14:54 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, warga di Manokwari mulai memadati sejumlah tempat pemakaman umum untuk melakukan ziarah ke makam orang tua dan keluarga tercinta. Sesuai pantauan RRI pada Jumat 20 Maret sore bertempat di pemakaman umum Anday, tradisi tahunan ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang, mendoakan, sekaligus melepas rindu kepada mereka yang telah berpulang.
Sejak siang hingga sore hari, peziarah silih berganti, datang dengan membawa bunga, air, serta perlengkapan untuk membersihkan makam. Suasana haru dan khusyuk begitu terasa saat doa-doa dipanjatkan di pusara orang-orang terkasih.
Salah seorang warga, Rahma kepada RRI mengaku, ziarah makam sudah menjadi kebiasaan keluarganya setiap menjelang Lebaran.
“Ini cara kami mengingat orang tua. Kami bersihkan makamnya, tabur bunga, lalu berdoa. Rasanya seperti masih dekat,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Suri yang datang bersama anak-anaknya. Ia sengaja mengajak keluarga agar tradisi ini tetap diwariskan.
“Kami ingin anak-anak tahu pentingnya menghormati dan mendoakan orang tua, meskipun mereka sudah tidak ada,” katanya.
Selain sebagai bentuk penghormatan, ziarah makam juga menjadi sarana refleksi diri menjelang hari kemenangan. Banyak warga memaknai momen ini sebagai pengingat akan kehidupan dan kematian, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual.
Tradisi ziarah menjelang Idulfitri tidak hanya berlangsung di Manokwari, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Meski sederhana, kegiatan ini sarat makna, mempererat ikatan keluarga, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya doa bagi mereka yang telah mendahului.
Dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban di area pemakaman, warga berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang penuh nilai religi dan kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....