Makna Spritual dan Ketakwaan dalam Berpuasa

  • 28 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari : Makna spiritual puasa adalah latihan rohani untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan keikhlasan, serta mengendalikan hawa nafsu (madrasah rohani). Ketakwaan dicapai saat puasa menjadi perisai dari dosa, melatih kesabaran, serta menumbuhkan kepedulian sosial, yang bermuara pada kepatuhan total atas perintah-Nya. Hal ini disampaikan Ashilah Zahra Putri Aly dalam program Tauladan bersama Produa Manokwari lewat telepon Jumat 20 Februari 2026.

Ashilah menyampaikan tujuan utama diperintahkannya puasa dalam Islam, berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 183, adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa (la'allakum tattaqun). Takwa diwujudkan melalui pengendalian hawa nafsu, peningkatan ketaatan, penyucian jiwa, disiplin diri, serta menumbuhkan rasa empati sosial dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Puasa merupakan perisai bagi umat Muslim yang melindungi dari dosa dan hawa nafsu di dunia, serta benteng dari api neraka di akhirat. Ibadah ini melatih pengendalian diri, kesabaran, dan ketakwaan dengan menahan makan, minum, serta perbuatan buruk, sehingga meningkatkan kualitas spiritual dan mental.

Ditambahkan oleh Ashilah, puasa merupakan sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang efektif, berfungsi membersihkan hati dari dosa, sifat tercela, dan kotoran batin. Ibadah ini mendidik manusia menahan hawa nafsu—bukan hanya lapar dan haus—serta memperkuat iman, membawa jiwa kembali suci (fitrah) agar lebih dekat kepada Allah.

Dalam akhir perbincangan lewat telepon Puasa dalam Islam merupakan wujud ketaatan mutlak (totalitas kepatuhan) seorang hamba kepada Allah SWT, yang melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah perintah langsung (mandat) yang berlandaskan keimanan, di mana seorang muslim meninggalkan hal-hal yang membatalkan—bahkan yang halal—semata-mata karena ketundukan pada perintah-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....